Connect with us

Nasional

10 Terduga Teroris Jaringan Anharut Daulah Dibekuk Densus 88 di Marauke

Dimuat

pada

Dok Polri

PAPUA-Polri berhasil menangkap 10 terduga teroris jaringan Anharut Daulah di Kabupaten Marauke, Papua. Penangkapan para terduga ada kaitannya dengan serangan bom Gereja Katadral Makassar awal tahun.
“Hingga kini pihak kami sedang melakukan operasi besar-besaran. Sehingga Ke-10 orang terduga teroris jaringan kelompok yang diduga melakukan pengeboman di Makassar waktu lalu, berhasil kami bekuk,” kata Kapolda Papua , Senin (31/5).
Kapolda Papua Irjen Pol, Mathius D Fakhiri menegaskan, para terduga teroris yang ditangkap di Merauke itu sempat berpindah ke Makassar lalu kembali ke Merauke.
“Mereka sudah lama tinggal di Merauke, bahkan sudah bertahun-tahun. Mereka menetap di Merauke, kemudian kembali ke Makassar melakukan bom bunuh diri,” ujarnya.
Kapolda Papua  mengatakan terduga teroris tersebut sejak berada di Merauke memiliki pekerjaan dalam berbagai bidang seperti jadi buruh dan tukang. “Profesi mereka kebanyakan terlibat dalam kegiatan keagamaan,” bebernya.

Lebih jauh dibeberkannya juga, kelompok tersebut pada 2019 pernah melakukan aksi pengeboman di Merauke, namun tidak berhasil atau bomnya tidak meledak. Selanjutnya, Densus 88 mengikutinya dan melakukan penyelidikan terkait keberadaan kelompok teroris ini di Merauke.

“Densus 88 terus lakukan monitoring pada kelompok ini dan sudah lama mengetahui kegiatan kelompok ini di Merauke sehingga mereka putuskan menangkap orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar,” kata Kapolda Papua.

Adapun barang bukti yang disita, kelompok tersebut berupa panah dan senjata api.
Penangkapan 10 orang terduga teroris di Merauke dilakukan pada Jumat, 28 Mei 2021, di empat distrik yakni Distrik Jagebob, Distrik Tanah Miring, Distrik Kurik, dan Distrik Merauke. Mereka yang ditangkap adalah, AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK.

Untuk AP dan IK merupakan pasangan suami istri yang telah memiliki seorang anak berusia lima tahun. Ia menambahkan, dari hasil pengembangan, Densus 88 kembali berhasil menangkap satu terduga teroris di Merauke.(hms/red)

PAPUA-Polri berhasil menangkap 10 terduga teroris jaringan Anharut Daulah di Kabupaten Marauke, Papua. Penangkapan para terduga ada kaitannya dengan serangan bom Gereja Katadral Makassar awal tahun.
“Hingga kini pihak kami sedang melakukan operasi besar-besaran. Sehingga Ke-10 orang terduga teroris jaringan kelompok yang diduga melakukan pengeboman di Makassar waktu lalu, berhasil kami bekuk,” kata Kapolda Papua , Senin (31/5).
Kapolda Papua Irjen Pol, Mathius D Fakhiri menegaskan, para terduga teroris yang ditangkap di Merauke itu sempat berpindah ke Makassar lalu kembali ke Merauke.
“Mereka sudah lama tinggal di Merauke, bahkan sudah bertahun-tahun. Mereka menetap di Merauke, kemudian kembali ke Makassar melakukan bom bunuh diri,” ujarnya.
Kapolda Papua  mengatakan terduga teroris tersebut sejak berada di Merauke memiliki pekerjaan dalam berbagai bidang seperti jadi buruh dan tukang. “Profesi mereka kebanyakan terlibat dalam kegiatan keagamaan,” bebernya.

Lebih jauh dibeberkannya juga, kelompok tersebut pada 2019 pernah melakukan aksi pengeboman di Merauke, namun tidak berhasil atau bomnya tidak meledak. Selanjutnya, Densus 88 mengikutinya dan melakukan penyelidikan terkait keberadaan kelompok teroris ini di Merauke.

“Densus 88 terus lakukan monitoring pada kelompok ini dan sudah lama mengetahui kegiatan kelompok ini di Merauke sehingga mereka putuskan menangkap orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar,” kata Kapolda Papua.

Adapun barang bukti yang disita, kelompok tersebut berupa panah dan senjata api.
Penangkapan 10 orang terduga teroris di Merauke dilakukan pada Jumat, 28 Mei 2021, di empat distrik yakni Distrik Jagebob, Distrik Tanah Miring, Distrik Kurik, dan Distrik Merauke. Mereka yang ditangkap adalah, AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK.

Untuk AP dan IK merupakan pasangan suami istri yang telah memiliki seorang anak berusia lima tahun. Ia menambahkan, dari hasil pengembangan, Densus 88 kembali berhasil menangkap satu terduga teroris di Merauke.(hms/red)

PAPUA-Polri berhasil menangkap 10 terduga teroris jaringan

PAPUA-Polri berhasil menangkap 10 terduga teroris jaringan Anharut Daulah di Kabupaten Marauke, Papua. Penangkapan para terduga ada kaitannya dengan serangan bom Gereja Katadral Makassar awal tahun.
“Hingga kini pihak kami sedang melakukan operasi besar-besaran. Sehingga Ke-10 orang terduga teroris jaringan kelompok yang diduga melakukan pengeboman di Makassar waktu lalu, berhasil kami bekuk,” kata Kapolda Papua , Senin (31/5).
Kapolda Papua Irjen Pol, Mathius D Fakhiri menegaskan, para terduga teroris yang ditangkap di Merauke itu sempat berpindah ke Makassar lalu kembali ke Merauke.
“Mereka sudah lama tinggal di Merauke, bahkan sudah bertahun-tahun. Mereka menetap di Merauke, kemudian kembali ke Makassar melakukan bom bunuh diri,” ujarnya.
Kapolda Papua  mengatakan terduga teroris tersebut sejak berada di Merauke memiliki pekerjaan dalam berbagai bidang seperti jadi buruh dan tukang. “Profesi mereka kebanyakan terlibat dalam kegiatan keagamaan,” bebernya.

Lebih jauh dibeberkannya juga, kelompok tersebut pada 2019 pernah melakukan aksi pengeboman di Merauke, namun tidak berhasil atau bomnya tidak meledak. Selanjutnya, Densus 88 mengikutinya dan melakukan penyelidikan terkait keberadaan kelompok teroris ini di Merauke.

“Densus 88 terus lakukan monitoring pada kelompok ini dan sudah lama mengetahui kegiatan kelompok ini di Merauke sehingga mereka putuskan menangkap orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar,” kata Kapolda Papua.

Adapun barang bukti yang disita, kelompok tersebut berupa panah dan senjata api.
Penangkapan 10 orang terduga teroris di Merauke dilakukan pada Jumat, 28 Mei 2021, di empat distrik yakni Distrik Jagebob, Distrik Tanah Miring, Distrik Kurik, dan Distrik Merauke. Mereka yang ditangkap adalah, AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK.

Untuk AP dan IK merupakan pasangan suami istri yang telah memiliki seorang anak berusia lima tahun. Ia menambahkan, dari hasil pengembangan, Densus 88 kembali berhasil menangkap satu terduga teroris di Merauke.(hms/red)

di Kabupaten Marauke, Papua. Penangkapan para terduga ada kaitannya dengan serangan bom Gereja Katadral Makassar awal tahun.
“Hingga kini pihak kami sedang melakukan operasi besar-besaran. Sehingga Ke-10 orang terduga teroris jaringan kelompok yang diduga melakukan pengeboman di Makassar waktu lalu, berhasil kami bekuk,” kata Kapolda Papua , Senin (31/5).
Kapolda Papua Irjen Pol, Mathius D Fakhiri menegaskan, para terduga teroris yang ditangkap di Merauke itu sempat berpindah ke Makassar lalu kembali ke Merauke.
“Mereka sudah lama tinggal di Merauke, bahkan sudah bertahun-tahun. Mereka menetap di Merauke, kemudian kembali ke Makassar melakukan bom bunuh diri,” ujarnya.
Kapolda Papua  mengatakan terduga teroris tersebut sejak berada di Merauke memiliki pekerjaan dalam berbagai bidang seperti jadi buruh dan tukang. “Profesi mereka kebanyakan terlibat dalam kegiatan keagamaan,” bebernya.

Lebih jauh dibeberkannya juga, kelompok tersebut pada 2019 pernah melakukan aksi pengeboman di Merauke, namun tidak berhasil atau bomnya tidak meledak. Selanjutnya, Densus 88 mengikutinya dan melakukan penyelidikan terkait keberadaan kelompok teroris ini di Merauke.

“Densus 88 terus lakukan monitoring pada kelompok ini dan sudah lama mengetahui kegiatan kelompok ini di Merauke sehingga mereka putuskan menangkap orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar,” kata Kapolda Papua.

Adapun barang bukti yang disita, kelompok tersebut berupa panah dan senjata api.
Penangkapan 10 orang terduga teroris di Merauke dilakukan pada Jumat, 28 Mei 2021, di empat distrik yakni Distrik Jagebob, Distrik Tanah Miring, Distrik Kurik, dan Distrik Merauke. Mereka yang ditangkap adalah, AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK.

Untuk AP dan IK merupakan pasangan suami istri yang telah memiliki seorang anak berusia lima tahun. Ia menambahkan, dari hasil pengembangan, Densus 88 kembali berhasil menangkap satu terduga teroris di Merauke.(hms/red)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?