Connect with us

Bitung

Abu Logam dan Bencana Alam Ancam Warga Girian Bawah, Baginda: Tolak Reklamasi dan Pembangunan Galangan Kapal

Dimuat

pada

Warga dan Aktivis Lingkungan Kota Bitung tolak reklamasi dan pembagunan galangan kapal di Girian Bawah

BITUNG—Rencana reklamasi untuk pembangunan galangan kapal oleh salah satu perusahaan di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian mendapatkan kecaman dan penolakan keras dari warga serta aktivis lingkungan di Kota Bitung, Jumat (05/03/2021). 


Terinformasi, pembuatan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk pembangunan tersebut sementara berproses. Hal ini pun, diharapkan dapat dikaji secara mendalam serta harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. 

Sebab, banyak dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari pembangunan tersebut. Dimana, keselamatan masyarakat sekitar terancam. Bahkan biota laut yang ada bisa-bisa musnah dalam sekejab akibat reklamasi dan pembangunan galangan kapal tersebut. 

Salah satu warga Keurahan Girian Bawah, Yaser Baginda menyampaikan, menolak adanya reklamasi dan pembangunan galangan kapal itu. 

Menurutnya, memang tidak bisa dipungkiri jika dari pembangunan itu akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Namun kata dia, perlu diingat dan terpenting jangan menutup mata dengan dampak negatif yang akan ditimbulkan dari pembangunan itu. 

“Memang lapangan kerja terbuka. Tapi ingat  dampak negatif bukan hanya akan dirasakan pihak perusahaan maupun pekerja disitu. Melainkan ratusan warga yang ada disekitar sini akan ikut menanggungnya juga. Apalagi kita tahu bersama dampak negatif dari pembangunan itu. Mulai dari abu logam, suara bising dan sebagainya itu, akan menjadi kosumsi masyarakat sekitar setiap harinya. Bukan tidak mungkin juga bencana alam yang sewaktu-waktu mengancam keselamatan warga. 

Yaser menambahkan, dalam setiap pembangunan pasti akan ada dampak lingkungan yang membahayakan nyawa warga. 

“Kalau ada reklamasi pantai dengan Panjang 500 meter, pasti ada abrasi bibir pantai. Secara sosiologis ada ratusan nelayan akan terdampak apa lagi di musim angin selatan dan tenggara,” protesnya. 

Disisi lain juga, salah satu Aktivis Lingkungan Kota Bitung, Jhon Wesly Tamasiro menilai, jika AMDAL untuk pembangunan tersebut lolos. Sudah pasti kata dia, ancaman buat warga sekitar. 

“Pertama, tempat gelangan kapal itu tidak representatif. Kemudian lokasi perusahan itu padat penduduk. Abu logam yang dicemarkan lewat udara mengancam keselamatan warga. Karena setiap harinya itu yang akan dihirup. Udara sekitar sudah tak sehat lagi untuk warga,” ingatnya. 

Lanjut Jhon, apalagi pembuatan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dengan cara reklamasi dampaknya besar serta perlu kajian yang mendalam.

“Biota laut dan nelayanan di pesisir itu pasti kena imbasnya.  Mereka nantinya secara nyata akan terdampak apalagi di Girian Bawah itu pada Tahun 2017 pernah terjadi banjir ROP akibat aktifitas yang sama,” ungkapnya. 

Berbeda dengan anggota DPRD Kota Bitung, Ahmad Syafrudin Ila. Dirinya malah mendukung terkait investasi yang masuk di Kelurahan Girian Bawah itu. 

“Akan tetapi dengan catatan yakni, semua aturan-aturan yang berkaitan dengan galangan kapal dan reklamasi pantai harus betul-betul melalui kajian-kajian komprehensif, objektif dan terbuka,” tegasnya. 

Wakil Rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengigatkan, dalam pengkajian AMDAL jangan sampai disusupi kepentingan-kepentingan tertentu.

“Sehingga kemudian merugikan masyarakat yang ada di sekitar perusahan. Ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan stakholder terkait. Yang terpenting tetap mengutamakan keselamatan warga,” tegasnya.

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?