Connect with us

Minahasa

Area Bekas Galian C di Pegunungan Saroinsong Tondano Jadi Sasaran Penghijauan

Dimuat

pada

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Vivky Kaloh

MINAHASA – Salah satu galian C atau galian batu yang diberhentikan aktivitasnya oleh Camat Tondano barat, karena lokasi tersebut dekat dengan resapan mata air Uluna. Kini, dalam waktu dekat bakal dihijaukan kembali. Hal ini, dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Vicky Kaloh, kepada xmanadonew.co.id belum lama ini.

Dikatakan Kaloh, sejumlah galian C di Kabupaten Minahasa khususnya di kecamatan Tondano barat aktivitasnya telah dihentikan. Dan salah satu galian batu berada di pegunungan Saroinsong dekat dengan mata air Uluna di wilayah kelurahan Tuutu juga dihentikan, karena bisa mempengaruhi resapan air.

“Memang aktivitas penambang batu di pegunungan Saroinsong sudah hentikan. Namun, untuk mempugar lokasi bekas galian batu agar resapan air berjalan lancar, kita harus mengganti pohon-pohon yang sudah ditebang penambang. Sasarannya adalah menghijaukan kembali lokasi bekas galian C tersebut,”ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Kaloh, penghijauan pegunungan Saroinsong akan dilakukan tapi belum tahu kapan pelaksanaannya. Sementara ini, pihaknya masih mengkoordinasikan dengan insantsi terkait lainnya.

“Penghijauan tetap akan dilaksanakan. Sebab, Uluna merupakan mata air yang dikelola Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa, untuk digunakan masyarakat kota Tondano. Jadi, kami akan melakukan penghijaun dilokasi bekas galian batu tersebut,”katanya.

Selain itu, galian C ini sangatlah penting untuk pembangunan di daerah. Jika kita membangun perumahan atau gedung perkantoran tanpa batu, dipastikan pembangunan tidak akan berdiri.

“Jadi, galian batu ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan pemerintah. Untuk pengusaha tambang dalam menjalankan aktivitasnya harus berdasarkan aturan. Karena, galian C ini telah diatur dalam Perda tata ruang dan direvisi dari Perda no 1 tahun 2014 tentang penelitian atau pengkajian terkait area-area galian C, seperti jauh dari sepadan air dan kawasan-kawasan yang harus dilindungi,”ujar Kaloh.

Kepada pengusaha tambang supaya mematuhi aturan pemerintah. Jangan lokasi galian C dilarang, kemudian melakukan aktivitas ditempat tersebut.

“Saya berharap kepada pengusaha tambang agar sebelum beraktivitas dapat mengetahui lokasi-lokasi resapan air serta kawasan-kawasan yang dilindungi. Dan, bagi yang belum mempunyai ijin, kiranya dapat melengkapi persyaratan melalui pengurusan dokumen perusahan di instansi terkait, agar bisa mendapatkan ijin,”pungkasnya.    (Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?