Connect with us

Bitung

AWAS!! Covid-19 Masuk Lokasi PETI Pinasungkulan, Watuna: Tiga Orang Terkonfirmasi Positif

Dimuat

pada

Covid-19 Masuk PETI Pinasungkulan

BITUNG—Aktivitas pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu yang dikhawatirkan akan membawa dampak negatif seperti bencana alam dan dampak kamtibmas serta menyebarnya Covid-19 di lokasi tersebut mulai terbukti. 

Pasalnya, sejak lokasi itu ramai didatangi para penambang dari luar Kota Bitung. Pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan sudah mewanti-wanti terkait banyaknya pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) di lokasi tambang liar tersebut. 

Dimana, para penambang di lokasi itu sering mengabaikan dan tidak patuh pada protokol kesehatan.

Hal ini pun pernah diungkapkan Camat Ranowulu, Dolfie Rumampuk saat awal-awal melakukan sosialisasi dan pengecekan terhadap aktivitas pertambangan ilegal itu.  

“Banyak penambang yang tidak memakai masker. Dan mengabaikan prokes. Kerumunan di tempat itu pun tak bisa terhindarkan,” kata Camat beberapa waktu lalu saat diawawancarai awak media usai mengikuti rapat koordinasi bersama dengan pemkot Bitung, Forkopimda dan pihak PT MSM-TTN. 

Pernyataan Camat ini pun terbukti. Dari hasil operasi yustisi sekaligus melaksanakan rapid antibodi dan swab antigen yang digelar jajaran Polres Bitung, Kodim 1310, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan kecamatan serta kelurahan, Rabu (10/03/2021), menemukan ada tiga orang penambang terkonfirmasi positif. 

Informasi diperoleh, ada 198 penambang yang didominasi warga dari luar Kota Bitung menjalani rapid tes. Hasilnya, 29 orang reaktif dan 169 orang negatif.

Parahnya lagi, 18 orang penambang yang menjalani tes swab antigen. 15 orang diantaranya dinyatakan negatif dan tiga terkonfirmasi positif

Bahkan, informasi ini pun kembali dibenarkan Camat Ranowulu, Dolfie Rumampuk yang menyatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti hasil operasi yustisi dirangkaikan dengan rapid antibodi dan swab antigen.

“Tiga orang yang dinyatakan positif, langsung dibawa ke Rusun Sagerat untuk menjalani isolasi,” kata Dolfie.

“Ketiga penambang yang positif itu berasal dari luar Kota Bitung, yakni dari Kabupaten Bolmong Selatan, Desa Pinabetengan Utara Tompaso Barat dan Bonhkudai Barat Modayak Bolmong,” tambahnya. 

Bukan hanya itu, Dolfie juga menambahkan jika ada 18 penambang harus dipulangkan karena terjerat operasi yustisi.

“Dalam operasi itu juga. Ada 18 orang penambang yang kita pulangkan,” beber Camat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung, dr Jeaneste Watuna membenarkan jika ketiga penambang itu memang dinyatakan positif. 

“Setelah menjalani tes antigen. Mereka dinyatakan positif sesuai hasil tes antigen. Apakah ketiganya betul-betul positif covid-19, itu sementara kita bahas sambil melakukan observasi,” pungkasnya. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?