Connect with us

Kepulauan Talaud

Bejat… Kakek di Talaud Setubuhi Cucu Kandung; Polisi : Dilakukan Lebih Dari 10 Kali

Dimuat

pada

Tak Berkutik : Pelaku YM alis Yusma saat diamankan Unit IV Satreskrim Polres Kepulauan Talaud

MELONGUANE — Sebagai seorang kakek harusnya menjaga dan melindungi keluarganya, namun hal ini tidak berlaku bagi YM alias Yusme (56) warga Desa Lalue Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini, tega menyetubuhi Jingga (16) yang merupakan cucu kandungnya, demi memuaskan nafsu bejatnya.

Kejadian ini terungkap setelah Lis Maniu, salah satu kerabat korban melaporkan tindakan pelaku ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepulauan Talaud, Selasa (30/11/2021).

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Iptu. Ricky Hermawan melalui Kanit 1 PPA, Bripka Ferry Polaku bahwa tindakan pencabulan yang dilakukan pelaku terjadi pada hari Selasa (30/11) sekira Pukul 06.00 Wita.

“Awalnya Jingga (16) diajak oleh pelaku yang adalah kakek kandung korban pergi ke kebun Tuida bersama adik kandung korban Lelaki YM (15) dan saudara sepupu korban Perempuan DM (12),” ungkap Polaku.

“Sesampainya di pondokan kebun milik pelaku, pelaku menyuruh adik kandung korban Lelaki YM dan saudara sepupu korban Perempuan DM mengambil air di sungai,” tukasnya.

“Setelah keduanya pergi, pelaku kemudian langsung mengajak korban ke gudang barang yang ada di pondokan tersebut. Setelah korban masuk ke dalam gudang, pelaku mengunci pintu gudang dan berkata kepada korban “parihate, i tarua udete” (cepat lah, nanti mereka datang). Kemudian seperti sebelumnya, pelaku langsung menyuruh korban membuka celananya, demikian a halnya pelaku. Setelah keduanya sudah sama-sama setengah bugil, pelaku pun melancarkan aksi ‘enak – enaknya’ kepada korban,” tukas Polaku.

Atas laporan tersebut, Piket SPKT bersama personil Sat Reskrim yang dipimpin Kanit IV Sat Reskrim, Ipda. Yulham Azhar, langsung menuju Desa Lalue Kecamatan Essang lalu membawa Korban serta mengamankan pelaku ke Mapolres Kepulauan Talaud.

Menurut pengakuan korban, perbuatan ‘enak – enak’ tersebut telah dilakukan oleh pelaku sudah lebih dari sepuluh kali, sejak selang bulan Agustus hingga November 2021.

“Adapun Pasal yang akan dipersangkakan terhadap pelaku yakni Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkas Kanit 1 PPA, Satreskrim Polres Kepulauan Talaud, Bripka. Ferry Polaku.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?