Connect with us

Bitung

Belasan Ribu Orang Berlomba Jadi THL, Yang Gugur Caci Maki Maurits-Hengky Atas Nama Perjuangan?

Dimuat

pada

BITUNG—Salah satu Pemerhati Pemerintahan Kota Bitung Muzakir ‘Polo’ Boven memberikan tanggapan terkait seleksi perekrutan dan penerimaan tenaga harian lepas (THL) di Pemkot Bitung yang telah diikuti belasan ribu orang. 

“Proses seleksi dan berbagai tahapan dalam perekrutan telah dilewati. Akan tetapi, dari 12.756 orang pendaftar itu yang akan diterima dan menjadi THL hanya sekitar 1.233 orang,” ujar Boven, Kamis (22/04/2021).

Artinya kata Boven, akan banyak yang gugur dan gagal menjadi seorang THL. Hal ini pun kata dia, perlu diantisipasi oleh Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri dan Wakilnya Hengky Honandar. 

Betapa tidak, dari belasan ribu pendaftar ini, bukan tidak mungkin yang paling banyak adalah para pendukung Maurits-Hengky yang telah mengantarkan kemenangan pada Pilkada 2020 lalu. 

“Para pendukung ini pasti menaruh harapan besar bisa lolos dan menjadi bagian dari pemerintahan Maurits-Hengky. Namun, seleksi dan rekrutmen yang dilakukan untuk THL tak hanya melihat siapa pendukung Maurits-Hengky.  Atau siapa dekat api dia yang akan terpilih. Seleksi THL bukan seperti itu,” ungkapnya

Tetapi lanjut Boven, siapa yang berkompeten dan mampu bersaing lewat mekanisme yang telah diberlakukan dalam perekrutan itu. Dia lah kata Boven, yang layak dan pasti terbaik diantara yang terbaik. 

“Adapun pendaftar yang tersungkur atau gagal dalam perekrutan THL ini berarti dewi fortuna atau keberuntungan belum berpihak kepadanya. Sekalipun dia orang dekat Maurits-Hengky. Seandainya gagal dalam perekrutan ini harusnya berbesar hati dan menerima semuanya. Jika benar-benar ingin membantu Maurits-Hengky dalam menjalankan roda pemerintahan menjadikan Bitung Hebat dan masyarakat sejahterah,” katanya

Sambung Boven, namun akan berbeda jika para pendaftar THL yang gagal ini adalah pendukung Maurits-Hengky yang berjuang hanya ingin mendapatkan balas jasa dan bukan berjuang untuk kemaslahatan masyarakat dan Kota Bitung. 

“Bisa diprediksi, orang-orang seperti itu pasti akan menghujat dan mencaci maki Maurits-Hengky. Alasan mereka sangat sederhana, mengatasnamakan perjuangan dan pengorbanan. Tapi mereka lupa perjuangan sesungguhnya Maurits-Hengky untuk Kota Bitung kedepan,” sindirnya. 

Selain itu Boven juga mengingatkan kepada setiap organisasi perangkat daerah ( OPD) tidak lagi diskriminatif dalam proses seleksi penerimaan THL seperti pemerintahan sebelumnya.

“Juga harus diingat. Tim seleksi harus prioritas orang-orang Bitung bukan lagi orang luar kota. Wajib berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2018 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal,” tegas Boven sembari mengingatkan rekrutmen harus sesuai mekanisme dan prosedur. Agar menghasilkan THL yang berkualitas di setiap OPD,” pungkasnya.

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?