Connect with us

Bitung

Berkunjung ke Kota Bitung, Menteri Koperasi dan UKM RI Singung BBM Subsidi Solar Sering Salah Sasaran

Dimuat

pada

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki ke Kota Bitung.

BITUNG–Pemerintah Kota Bitung menyambut baik kedatangan Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki.

Menteri Masduki tiba di Bitung pada hari Sabtu (25/09/2022) dan disambut Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar serta sejumlah jajarah pejabat Pemkot Bitung.

Kesempatan itu, Hengky mengucapkan terimakasih kepada Menteri atas kunjungannya tersebut.  Dia juga berterimakasih karena selama ini selalu memberikan arahan bahkan support yang kepada pemerintah dan masyarakat Kota Bitung.

“Semoga silahturahmi yang terjalin pada hari ini akan menambah semangat pelaku usaha perikanan khususnya nelayan dalam mendukung kebangkitan perekonomian di era pandemi Covid-19. Sehingga kita dapat berkembang menjadi lebih baik lagi,” ujar Hengky menutup sambutannya dengan kutipan dari Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta: “Dasar Kekeluargaan Itulah Dasar Hubungan Istimewa Pada Koperasi. Disini Tidak Ada Majikan dan Buruh, Melainkan Usaha Bersama Diantara Mereka Yang Sama Kepentingan Dan Tujuannya”.

Sementara itu, Menteri Masduki menyampaikan sejumlah poin penting antara lain. Dirinya sudah mengetahui dan mendengar jika koperasi di Bitung sudah mengelola Solar untuk nelayan. Namun kata dia, alokasinya selalu tidak tepat atau kurang dari kebutuhan.

“Semisal kebutuhannya 200 ribu liter. Ternyata alokasinya 100 ribu liter per bulan. Atau, sebaliknya ada yang kelebihan. Hal ini dapat terjadi karena belum semua nelayannya terdata. Atau koperasinya belum punya sistem digital. Pun, mungkin karena salah sasaran,” ujar Menteri.

Lanjutnya, Program Solar untuk Koperasi Nelayan ingin menjawab 2 hal kata dia. Yakni, mastikan nelayan mendapatkan akses solar secara mudah dan membeli dengan harga normal. Bukan harga eceran. Dan lewat kunjungan itu sambung Menteri, pihaknya mulai memperkuat peran koperasi agar penyaluran BBM lebih akurat.

“Kalau alokasinya kurang. Maka koperasi bisa menyalurkannya hanya kepada anggota yang terdata. Tidak boleh ke luar dari anggota. Karena 60% kebutuhan melaut adalah BBM. Maka keberhasilan Program ini akan memacu pertumbuhan ekonomi perikanan di Sulut,” pungkasnya.

Hadir dalam kunjungan itu, Ahmad Sabadi-Deputi Bidang Perkoperasian, Hanung Harimba Rahman-Deputi Bidang UKM, Riza Damanik-Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan, Jarot Wahyu Wibowo-Direktur Pengembangan Usaha LPDB, Fanda Chrismianto-Region Manager Retail Sulawesi, Lodewyck Z.S Pattihahuan- Pimpinan Wilayah BNI SulutTenggoMalut, Denny Setiawan- Pimpinan Cabang BRI Bitung.

(*/JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?