Connect with us

Kepulauan Talaud

BIADAB, Tak Membayar Ikan Milik Kelompok Nelayan Tuna Beo, KM. Venio 09 Melarikan Diri

Dimuat

pada

TAK BERPERIKEMANUSIAAN : KM. Venio 09 saat menjaring hasil ikan di rakit milik Nelayan Tuna Beo.

Peliput : Frendy Sapoh

TALAUD–Ditengah Pandemi Covid-19 yang tengah mendera Ibu Pertiwi, kehidupan masyarakat terasa sangat susah, mata pencaharian semakin sulit, ekonomi merosot, kebutuhan hidup keluarga meningkat, tapi masih ada saja manusia yang tak berperikemanusiaan, yang tega mengambil keuntungan dibalik penderitaan orang lain.

Hal ini dialami oleh kelompok nelayan Tuna Beo, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Para nelayan yang menggantungkan kehidupan keluarganya dari hasil laut, kini harus ternganga, karena keuntungan yang diharapkan dari hasil penjualan ikan yang ada di rakit tak kunjung dirasakan, karena sampai hari ini pihak pengusaha yang ada di kota Bitung, belum melunasi perjanjian jual beli ikan tersebut.

“Perjanjian secara lisan antara pengurus kelompok dengan pengurus/Manajemen Kapal bahwa kapal akan menjaring ikan di rakit kelompok Tuna Beo. Dan hasil jaring saat itu 17 Ton,” ungkap Decky Lagian di, salah satu pengurus Kelompok Nelayan Tuna Beo, Minggu (7/02/2021).

Latjandu menuturkan, pada tanggal 27 Oktober 2020, Kapal Motor (KM.) Venio09 yang berasal dari Kota Bitung menjaring ikan di rakit milik Kelompok Nelayan Tuna Beo.

“Harga yang disepakati yang adalah bagian kami sebesar RP.2000/Kg. Sehingga bagian untuk kelompok sebesar Rp.2000 x 17.000 = Rp. 34.000.000. Dan manajemen sudah bayar cicil 15 juta untuk operasional rakit, namun sisanya masih 19 juta, dan belum di bayarkan sampai sekarang,” Ketus Latjandu

Ikan hasil tangkapan KM. Venio 09 di rakit milik Nelayan Tuna Beo, yang kemudian melarikan diri.

“Kami sudah toleran memberikan kesempatan, tapi komunikasi sengaja di putus sepihak oleh manajemen kapal, dimana penanggung jawab kapal tersebut bernama Reksi alias ‘R’. Sehingga kami tidak tahu harus menagih ke siapa,” tukasnya lagi.

Pihak manajemen kapal seolah – olah lari dari tanggung jawab, karena saat dihubungi oleh pihak media ini via panggilan telepon ke nomor 0852556*****, tak direspon, bahkan nomor tersebut langsung di non aktifkan. Padahal saat ini kapal KM. Venio 09 tersebut masih berlabuh di wilayah Bowombaru, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Terkait hal ini, pihak Kelompok Nelayan Tuna Beo meminta kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, agar dapat membantu menyelesaikan persoalan ini.

“Kami hanya orang kecil, yang menghidupi keluarga kami dari hasil kami melaut. Kami tak tahu mau mengadu kepada siapa, kami mohon kepada Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum agar dapat membantu kami menyelesaikan persoalan ini,” harap sejumlah nelayan Tuna Beo dengan wajah sedih.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?