Connect with us

Bitung

Bitung Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Siswa Hanya 75 Menit di Sekolah

Dimuat

pada

Pemberlakuan PTM terbatas. Tampak para siswa sangat antusias mengikuti pembrlajaran di ruang kelas, Senin (30/08/2021)
Siswa SMP N 6 Bitung mengikuti PTM terbatas

BITUNG–Siswa-siswi SD, SMP dan SMA sederajat di Kota Bitung menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Senin (30/08/2021).

Informasi diperoleh, PTM ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang super ketat. Dimana, dari total keseluruhan siswa di setiap sekolah hanya diperbolehkan 50 persen yang bisa mengikuti PTM. Sementara untuk guru diwajibkan untuk melakukan swab anti gen sebelum melakukan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bitung, Julius Ondang kepada awak media membenarkan jika PTM sudah dilaksanakan di seluruh sekolah.

“Iya PTM pertama kita hari ini. Pasti dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) covid-19 yang ketat. Siswa yang mengikuti PTM hanya 50 persen dari total siswa di sekolah. Sisanya tetap mengikuti pembeajaran melalui daring,” ujar Ondang.

Terpantau, jumlah sekolah SD, SMP maupun SMA di Kota Bitung mulai menjalani PTM dengan prokes covid-19. Setiap siswa dan guru yang berada didalam kelas diwajibkan memakai masker berlapis. Setiap siswa yang mengikuti PTM juga sebelum masuk ke ruangan kelas harus terlebih dahulu melakukan pengecekan suhu tubuh serta mewajibkan penggunaan pembersih tangan yang disediakan pihak sekolah di masing-masing ruangan kelas.

Kepala SMP Negeri 6 Bitung, Jhony Rotty menyambut baik PTM tersebut. Dia mengungkapkan dari total siswa yang berjumlah enam ratusan lebih. Hanya 300 yang mengikuti PTM pertama.

“Yang ikut PTM 50 persen. Setiap kelas hanya diisi 16 sampai 18 siswa. Sementara siswa lainnya tetap mengikuti pembelajaran lewat daring,” katanya.

Senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Bitung, Tommy M Paat. Pihaknya kata dia, memberlakukan PTM dengan cara bergantian.

“Selain hanya 50 persen dari total jumlah siswa. PTM juga kita berlakukan dengan cara bergantian. Artinya jika hari ini siswa sudah mengikuti PTM. Besoknya harus bergantian dengan siswa yang hari ini mengikuti pembelajaran daring. Begitu seterusnya,” ujar Tommy.

Tommy juga menambahkan, selama PTM berlangsung siswa hanya 75 menit berada di sekolah mengikuti pembelajaran.

“Selama PTM ini waktu siswa hanya bisa 75 menit berada di sekolah mengikuti belajar mengajar,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan merasa senang akhirnya sekolah bisa menerapkan PTM ini meski dengan penerapan prokes covid-19 yanf ketat. Karena kata dia, pandemi yang hampir 2 tahun ini mengharuskan pembelajaran hanya dilakukan secara daring .

“Meski terbatas dan menerapkan prokes ketat. Kami para guru senang bisa mengajar bertatap muka dengan siswa . Begitu juga dengan siswa mereka ikut senang. Karena bisa kembali ke sekolah. Dan itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi kami para guru dan siswa. Semoga pandemi ini cepat berakhir agar dunia pendidikan bisa kembali normal,” pungkasnya.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?