Connect with us

Minahasa

Bupati ROR Serahkan SK Kepada 158 P3K dan 14 CPNS

Dimuat

pada

Bupati Minahasa Dr. Ir Royke Octavian Roring, MSi saat menyerahkan SK kepada salah satu P3K

MINAHASA – Bupati Minahasa Dr. Ir Royke Octavian Roring, MSi (ROR) serahkan Surat Keputusan (SK) kepada 158 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan 14 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Aula Benteng Moraya, Jumat (5/8/2022) siang.

Penyerahan SK kepada P3K dan CPNS dalam rangka menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 77, sekaligus pelepasan Kontingen Jambore Pramuka Kwarcab Minahasa di Cibubur. Dam kegiatan penyerahan SK kepada P3K dan CPNS tersebut mengambil Tema “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”.

Dalam sambutanya, Bupati ROR menyampaikan dalam rangka HUT RI ke 77 dan dirangkaikan dengan memperingati HUT Provinsi Sulawesi Utara yang ke 58 dan hari jadi Minahasa yang ke 594, ketiga acara yang disebutkan ini merupakan hari bersejarah.

“Saya berharap ketiga kegiatan penting ini boleh berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Maka dari itu, kita perlu mentaati protokol kesehatan supaya pandemi covid 19 tidak meningkat,”ujarnya.

Lanjut bupati berpesan kepada P3K dan CPNS yang menerima SK, agar menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan baik.

“Sekali lagi, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara semua karena anda sudah terpilih menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa. Dan kalian harus bersyukur, sebab begitu banyak orang yang ingin seperti kalian tapi belum sempat mendapatkannya,”kata ROR.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Minahasa, Drs Moudy L Pangerapan MAP mengatakan khusus P3K di kontrak selama 5 tahun.

“Bagi P3K, dilakukan penandatangan kerja sama selama 5 tahun dan selama melaksanakan tugas dengan baik, tentu akan diperpanjang kembali kontraknya. Namun, jika tidak, kontraknya tidak diperpanjang,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa, Tommy Wuwungan, SPd, MM mengatakan kepada P3K yang lolos sebagai tenaga pengajar, selama bertugas di sekolah masing-masing tidak bisa minta mutasi.

“Setelah menjalankan tugas, tidak ada yang minta mutasi. Jika ada yang minta mutasi, langsung diberhentikan secara terhormat,”tegasnya.

Sebanyak 158 P3K terdiri dari Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara untuk 14 CPNS, merupakan tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai dokter. (Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?