Connect with us

Kepulauan Talaud

Cuaca Buruk Dan Tak Bisa Berlabuh, Personil Posal Miangas Kerahkan Perahu Karet Evakuasi Warga

Dimuat

pada

Aktifitas para prajurit Matra Laut Posal Miangas yang merupakan bagian dari Lanal Melonguane saat membantu warga dalam proses Debarkasi dan Embarkasi ke Kapal KM Sabuk Nusantara 95, Senin (5/7/2021). //foto: hmsLanal.

MELONGUANE – Cuaca Buruk kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud yakni angin kencang dan ombak besar terjadi di perairan Miangas yang merupakan salah satu pulau kecil, terdepan dan terluar di wilayah utara NKRI.

Hal ini terlihat dari aktifitas Kapal Tol Laut yakni KM Sabuk Nusantara 95 tujuan Miangas yang tak bisa berlabuh di dermaga Pelabuhan Miangas pada Senin (5/7/2021) dikarenakan cuaca buruk sehingga mengharuskan Kapal melepaskan jangkarnya di perairan depan dermaga yang tak jauh dari Pelabuhan Miangas.

Dalam rangka membantu debarkasi penumpang dan barang yang akan diturunkan dari kapal ke pantai bahkan juga embarkasi penumpang dan barang dari pantai ke kapal, maka Posal Miangas Lanal Melonguane mengerahkan personilnya dan perahu karet untuk membantu warga.

Pulau Miangas yang berada cukup jauh dari pulau besar dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik menjadikan kondisi perairannya tidak hanya dipengaruhi oleh cuaca di sekitar Miangas atau Talaud, namun juga dipengaruhi oleh cuaca yang terjadi di sekitar Samudera Pasifik. Sehingga untuk membaca cuaca maritim demi kepentingan pelayaran dari atau menuju pulau tersebut tak cukup dengan membaca cuaca di sekitaran lokal Talaud.

Beberapa siklon yang terjadi di sekitar Filipina beberapa waktu, meski jaraknya cukup jauh dari Miangas, ternyata berpengaruh signifikan terhadap kondisi perairan Miangas. Terutama tinggi gelombang yang merupakan faktor penting dalam pelayaran.Saat cuaca buruk seperti ini perahu-perahu yang tertambat di pantai rawan pecah dan tenggelam ketika disapu ombak besar.

Hal ini bisa terjadi karena tidak adanya break water dan kolam pelindung bagi perahu ataupun kapal yang tertambat di pantai. Untuk menghindari kejadian tersebut, masyarakat Miangas biasanya beramai-ramai ikut mengangkat perahu mereka ke atas Talut atau dataran agar lebih aman. Namun hal tersebut hanya berlaku untuk perahu berukuran kecil, sementara untuk kapal atau perahu dengan ukuran besar dan bobot yang berat tidak bisa diselamatkan apabila cuaca buruk terjadi.

Posal Miangas yang merupakan kesatuan TNI Angkatan Laut di jajaran Lanal Melonguane yang berada di pulau kecil ini, secara rutin membantu masyarakat baik evakuasi (embarkasi/debarkasi-red) penumpang dan barang apabila Kapal Sabuk Nusantara (Tol Laut) tidak bisa berlabuh, bahkan turut mengevakuasi kapal atau perahu nelayan, melaksanakan SAR dan evakuasi akibat kecelakaan di laut dan aktifitas lainnya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kontribusi positif keberadaan Prajurit Matra Laut yang bertugas di perbatasan.

Komandan Lanal Melonguane Letkol Marinir Adi Sucipto, ST, M.Tr.Hanla turut menyatakan apresiasinya kepada seluruh prajurit yang bertugas di Posal Miangas. “Hal seperti ini merupakan implementasi dari 8 Wajib TNI dan juga kesadaran yang tinggi terhadap jati diri prajurit TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional. Walaupun tidak banyak yang mengetahui kiprah kalian selama bertugas di pulau tersebut tetapi yakinlah bahwa pengabdian yang kalian lakukan tidak pernah sia-sia bagi bangsa dan negara ini,” ujar Danlanal Melonguane.

Pamen Korps Marinir berpangkat Letkol yang sudah sering berlayar ke Miangas menggunakan searider ini menyampaikan himbauannya agar masyarakat agar selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam pelayaran atau beraktivitas di laut.

“Apabila akan melakukan pelayaran, warga diharapkan selalu memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. Pastikan kapal dan mesin dalam kondisi baik, peralatan keselamatan lengkap dan berfungsi, selalu baca dan perhatikan prakiraan ataupun kondisi riil cuaca. Ikuti informasi perubahannya yang dinamis, lengkapi peralatan komunikasi dan navigasi serta jangan lupa perhatikan publikasi himbauan atau peringatan dari instansi atau lembaga terkait,” pungkasnya. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?