Connect with us

Bitung

Demi Muluskan Ekspansi Pertambangan, PT MSM/TTN “Rampas” Hajat Hidup Masyarkat Pinasungkulan

Dimuat

pada

Rencana Ekpansi PT MSM/TTN di Kelurahan Pinasungkulan

BITUNG–Ekspansi industri pertambangan PT MSM/TTN kian massif digencarkan. Tak tanggung-tangung pihak perusahaan emas ini rencananya akan merelokasi Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu.

Pasalnya, jika ekpansi ini berhasil diwujudkan itu artinya satu Kelurahan akan hilang. Pun, selain itu akan banyak dampak yang ditimbullkan akibat kepentingan perusahaan ini.

Misalnya saja, selain berdampak besar pada kerusakan lingkungan. Kepentingan pihak perusahaan juga ini sangat mungkin bakal merusak bahkan, menghilangkan tatanan sosial budaya dan mata pencaharian masyarakat akibat proses industrialisasi tersebut.

Selain itu, dampak yang timbul akibat ekspansi ini pula yakni, perubahan tatanan ekonomi. Dimana masyarakat harus memutar otak kembali untuk memenuhi kebutuhan hidup.Pun, ekspansi yang dilakukan PT MSM/TTN disinyalir “merampas” hajat hidup masyarakat.

Sayangnya, pemerintah dalam hal ini Pemkot Bitung,  justru tidak memperlihatkan upaya serius dalam melindungi dan memastikan keselamatan rakyat. Pemerintah justru terlihat seolah-olah berpihak pada perusahaan tambang yang secara otomatis semakin menghancurkan hajat hidup masyarakat.

Hal ini dibuktikan saat pihak PT MSM/TTN dan Pemkot Bitung secara ‘kucing-kucing’ membentuk tim khusus terkait rencana relokasi untuk kepentingan ekspansi pihak perusahaan. Bahkan dicurigai pihak PT MSM/TTN saat ini sementara memainkan skenario “tukar guling” untuk memuluskan ekspansi tersebut.

Sementara itu, rencana ekspansi PT MSM/TTN ini diam-diam mulai diawasi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Advokasi Pertambangan internal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Utara (Sulut), Berty Pesik. Menurutnya dampak kerusakan lingkungan pasti akan terjadi.

“Nilai-nilai krusialnya bukan pada konsep penerapan rencana relokasinya, akan tetapi jangan sampai ada terjadi kerusakan lingkungan. Begitupun dampak sosial yang akan timbul nantinya. Harus sudah diantisipasi lebih awal. Intinya pihak perusahaan dan pemerintah harus menseriusi masalah hajat hidup masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Humas PT MSM/TTN Sinyo Rumondor saat dikonfirmasi terkait rencana ekspansi terdapat skenario tukar guling antara pihaknya dan pemkot. Dia membantah. Menurutnya, ekspansi yang akan dilakukan semuanya berdasarkan kajian amdal.

“Tidak ada skenario-skenario. Semuanya berdasarkan kajian. Kerelaan warga menjadi prinsip utama relokasi, katanya, Rabu (17/11/2021).

Selain itu, dirinya juga sangat optimis jika ekpansi itu tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Sebab kata dia, pihaknya berkerja berdasarkan kajian amdal.

“Kerusakan dmna?. Semuanya telah dikaji,” ungkapnya.

Disingung apabila ekspansi itu mendapatkan penolakan warga. Apakah pihak persuhaan akan tetap memaksa melakukan relokasi?. Dia berdalil jika ekspansi itu dilakukan tanpa paksaan.

“Tidak ada paksa paksa. Jelas, kerelaan warga menjdi prinsip utama. Sejauh ini sebagian besar masyarakat menyetujui,” pungkasnya.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?