Connect with us

Bitung

Diduga Dalam Pengaruh Miras, Trifatha Tewas Dengan Tiga Tikaman, Pelaku dan Korban Dibawah Umur

Dimuat

pada

Konferensi pers kasus pembunuhan di Manembo-nembo

BITUNG–Kasus pembunuhan menggunakan senjata tajam (Sajam) kembali terjadi di Kota Bitung.

Kali ini korbannya Trifatha Arsyad (16), warga Kelurahan Manembo-nembo yang harus merenggang nyawa usai mendapat tiga tikaman dari terduga pelaku JZS alias Juan (16) warga yang yang sama.

Dalam konferensi pers yang digelar di Makopolres Bitung, Kamis (14/07/2022). Kejadian pembunuhan itu terjadi di kompleks Perum Permata Indah Blok B 56, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Minggu (10/07/2022) dini hari.

Kapolres Bitung, AKBP Alam Kusuma S Irawan didampingi Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP M Fadli mengatakan, motif dari kejadian pembunuhan tersebut akibat pengaruh minuman keras (Miras).

Kapolres menerangkan, awalnya pelaku Juan bersama beberapa temannya sedang melakukan pesta miras. Sementara, korban dan temannya lelaki Gerald serta sejumlah perempuan ribut sambil tertawa yang tak jauh dari lokasi tempat pelaku pesta miras.

Lanjut Kapolres, karena merasa terganggu dengan korban dan temannya itu. Pelaku Juan kata Kapolres, kemudian menegur korban agar jangan berisik.

“Saat itu pelaku menegur korban dan teman-temannya. Namun tidak dindahkan. Pelaku yang sudah dalam pengaruh miras kemudian kesal. Pelaku dan korban sempat terlibat adu mulut. Pelaku yang tidak terima mandapatkan makian korban. Kemudian langsung mengambil pisau badik miliknya yang disimpan didalam tanaman serei sejak tiga bulan lalu. Pelaku kemudian langsung menusuk korban,” ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres, saat kejadian korban mengalami luka serius dan harus dilarikan ke RSUD Prof Kandouw Manado untuk mendapatkan penanganan medis. Namun kata Kapolres, meski sempat mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

“Alhasil korban meninggal dunia. Korban mengalami luka serius karena mendapatkan tiga tikaman dari pelaku yakni, dibagian punggung belakang, belakang sebelah kanan dan di bagian perut,” beber Kapolres.

Kapolres menambahkan, usai kejadian pembunuhan itu. Pelaku kata Kapolres, sempat ketakutan dan pulang ke rumah memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

“Setelah mendengar hal tersebut. Ayah pelaku langsung membawa pelaku ke Kantor Polisi,” ujar Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP M Fadli mengatakan,  pelaku dikenakan Pasal 80 Ayat (3) jo 76 C Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat RI No. 12tahun 1951.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Saat ini pelaku dan barang bukti pisau badik sudah kita amankan,” pungkas Fadli.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?