Connect with us

Kriminal

Diduga Diperlakukan Tidak Manusiawi Ibu Kandung Korban Lapor Polisi

Dimuat

pada

MENANGIS :Dengan menitikkan air mata, Fadilah Mointi, Ibu kandung korban NAK menunjukkan foto kepala anaknya yang terluka karena dilempari gunting oleh IM alias Irma, tiri korban

MANADO–Kisah kejamnya ibu tiri bukan saja ada di dalam kisah televisi saja, namun terjadi juga di dunia nyata. Hal itupun dialami NAK, inisial gadis cilik yang masih berusia 9 tahun yang merasakan kejamnya perlakuan dari IN alias Irma, yang merupakan ibu tirinya.

NAK yang seharusnya masih mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua, diperlakukan tak manusiawi oleh IN alias Irma. NAK sering dipukuli dan dianiaya tanpa sebab oleh IN. Dirinya mengakui sempat di dorong dari tangga rumah oleh IN alias Irma, sehingga mengakibatkan gadis cilik ini mendapatkan luka jahitan di pelipis kanannya.

Bahkan, tanpa tahu kesalahan apa yang dilakukanya, NAK dilempar dengan gunting oleh IN hingga kepala gadis belia ini mengalami luka. Tak puas melihat darah bercucuran dari kepala anak tirinya IK mengambil palu, dan memukul lengan anak tirinya hingga lebam.

Korban NAK (9), saat dibawa oleh keluarganya ke Polresta Manado untuk dimintai Keterangan. Tampak tangan kanan korban lebam karena dipukul dengan palu.

“Pas ada mamasa dang, kong ada ba cuci piring deng balanga waktu itu, kong bunda (IN alias Irma) lempar deng gunting (di kepala), kong dia langsung pukul – pukul, kong dia ambe martelu kong dia pukul disini (di pergelangan tangan),” Ungkap NAK polos, saat ditanyai keluarganya.

Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan yang tak manusiawi dari ibu tirinya, NAK akhirnya melarikan diri  dari rumah ibu tirinya di Perum GPI, Paniki Indah II, Kecamatan Mapanget ke rumah keluarganya di wilayah Mahakam Kecamatan Singkil, dengan berjalan kaki seorang diri saja.

Foto Kepala korban yang terluka akibat lemparan gunting dari IN alias Irma, Ibu tiri korban

Melihat perlakuan yang tak manusiawi yang diterima oleh anak mereka, Fadilah Mointi (30) ibu kandung NAK melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian Resort Kota Besar Manado, Sabtu (06/02/2021).

“Saya pisah dengan mantan suami saya sudah lima tahun dan anak kami ini (NAK) tinggal dengan mantan suami saya dan istri barunya (IN). Saya pun kaget saat anak saya (NAK) lari dari rumah mantan suami saya, dalam keadaan luka di kepala dan lengan penuh lebam. Setelah ditanya, dia (NAK) mengakui kalau luka itu karena dilempar dengan gunting dan lebam di tangannya karena dipukul dengan palu (Martil),” tukas Fadilah.

Kepada xmanadonew.co.id, Fadilah pun mengakui  setelah ditanya oleh keluarganya tentang apa yang sudah dialaminya, NAK pun menangis terisak, seakan takut menceritakan semua perlakuan kejam IN alias Irma kepada dirinya. Dia hanya meminta untuk ikut bersama ibu kandungnya.

“Kaka (NAK) somo iko sama mama, mo pigi pa oma mo pigi di Gorontalo (saya mau ikut mama, pergi dengan nenek di Gorontalo),” ungkap Fadilah, sembari menitikkan air mata menirukan pengakuan korban.

“Kamipun membawa korban bertemu dengan neneknya dari sebelah suami saya, dan memperlihatkan luka dan lebam yang ada di tubuh korban. Mantan ibu mertua saya pun marah, dan meminta kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian,” Tukasnya lagi, Kamis (11/02/2021)

“Sebagai ibu kandung, saya tidak terima perlakuan terhadap anak saya ini. Saya meminta kepada seluruh pihak termasuk pihak kepolisian agar bisa membantu saya, biar persoalan ini segera diselesaikan dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Saya menderita melahirkan anak ini, kalau bukan di bawa oleh suami saya, anak saya (NAK) tak mungkin mengalami perlakuan keji ini,” ketus Fadilah sembari terisak, menangis sambil menunjukkan foto luka di kepala korban.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Manado dengan nomor laporan, LP/203/II/2021/SPKT/RESTA MANADO, dan sudah mendapatkan pendampingan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Sulawesi Utara dan Pos Bantuan Hukum (Posbakum)  Provinsi Sulawesi Utara.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?