Connect with us

Kriminal

Diduga Persoalan Keluarga, Pria Minsel Akhiri Hidup dengan Seutas Tali

Dimuat

pada

MINAHASA – Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur, digegerkan dengan penemuan mayat gantung diri dibelakang rumah milik keluarga Sondakh – Lie, Sabtu (13/3/21) pagi. Korban diketahui bernama Jerry Sumigar (20), warga Ranoyapo Minahasa Selatan.

Menurut keterangan saksi, Syul Lumintang, pagi itu sekira pukul 07.00 Wita, dirinya sedang mencuci piring. Sontak kaget, kerena melihat ada seorang pria yang tergantung di tiang beton yang tinggi sekira 3 meter.

“Ketika itu juga saya langsung teriak warga dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah setempat,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Jhon Berti Sondakh yang juga selaku majikan korban menjelaskan, Jerry tinggal dan bekerja di rumah makan milik keluarganya sejak 2016.

“Memang selama berada dan kerja sama saya, korban berkelakuan baik dan orangnya pendiam,” ucapnya.

Hanya saja sambung Berti, korban pernah mengeluh persoaalan yang dialaminya. Dimana dia mengaku sudah memiliki seorang anak, tapi belum menikah dikarenakan calon mertuanya tidak menyetujui hubungan mereka.

“Sehingga korban tak dibolehkan bertemu dengan sang buah hati. Selain itu, mereka sering menghina keluarga korban,” beber Sondakh sembari mengutip cerita korban.

Senada disampaikan saksi, Yovis Dondok dan Jefry Tualaka, keduanya merupakan pekerja di rumah milik Jhon berti sondakh. Seperti biasanya mereka bekerja di rumah makan sampai pukul 21.00 wita, kemudian saksi dan korban masuk kamar pada pukul 21.30 wita.

“Kami tidak mengetahui jika teman sesama pekerja ini telah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Karena selesai bekerja kami masuk kamar kemudian main game online sampai pukul 22.30 wita, selanjutnya kami pun langsung tidur,” tutur Yovis yang dibenarkan Jefry.

Kapolres Minahasa AKBP Henzly Moningkey, SIK, MSi melalui Kapolsek Langowan AKP Dartha Daipaha membenarkan kejadian gantung diri di Desa Amongena Kecamatan Langowan Timur oleh korban Jerry.

“Korban diduga melakukan gantung diri, akibat tertekan karena masalah hubungan asmara dan tindakan Polres langsung mendatangi dan mengamankan TKP sekaligus mengambil keterangan saksi-saksi, kemudian menghubungi keluarga korban dan melakukan penanganan inavis atau identivikasi,”ungkap Daipaha. (onl/Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?