Connect with us

Bitung

Dinas KKP Bitung Periksa Tujuh Unit Kapal Tangkap Bantuan Kementerian, Tiga Rusak Berat

Dimuat

pada

Dinas KKP Bitung saat melakukan monev kapal bantuan Kementerian KKP RI, Selasa (19/07/2022).

BITUNG–Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) Kota Bitung melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) tujuh unit kapal tangkap bantuan Kementerian KKP RI, Selasa (19/07/2022).

Informasi diperoleh, kapal bantuan yang saat ini berlabu di Pulau Lembeh tersebut merupakan bantuan Kementerian KKP RI yang diberikan kepada tujuh kelompok nelayan pada 2012 dan 2017 silam.

Kepala Dinas KKP Kota Bitung, Sadat Minabari kepada media ini menyampaikan, sebelum dilakukannya monev tersebut. Pihaknya kata dia, telah lebih dulu melakukan tatap muka dengan para kelompok nelayan pemilik kapal bantuan itu.

“Kemarin kami sudah ada pertemuan dengan kelompok nelayan. Dan hari ini kita lakukan vervikasi lapangan,” ujar Minabari.

Menurut Minabari, tujuh unit kapal berkapasitas 30 GT itu diperiksa dalam rangka untuk memastikan kondisi dan kelayakan kapal tersebut.

“Tujuan dari monev ini juga untuk memastikan kapal bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok nelayan penerima bantuan ini. Dan karena bantuan ini sudah lumayan lama. Makanya kita lakukan pemeriksaan. Apakah masih layak atau sudah rusak. Jika ternyata kapal bantuan ini tidak dimanfaatkan maka kami aaka pindahkan ke kelompok nelayan lain agar ddimanfaakan dengan sebaik-baiknya,” beber Minabari.

Minabari menambahkan, jika dari hasil monev itu ditemukan ada kapal bantuan yang sudah rusak atau tidak layak dioperasikan lagi. Maka kata dia, pihaknya akan melaporkannya ke Direktorat Jendral Kementerian KKP RI.

“Nanti kalau ada yang sudah rusak. Kita akan laporkan. Supaya dilakukan penghapusan aset oleh Dirjen KKP RI. Nah, dari hasil monev yang kita dapati di lapangan tiga kapal masih layak jalan, satu rusak sedang dan tiganya lagi rusak berat,” beber Minabari sembari menambahkan jika monev tersebut merupakan rutinitas yang dilakukan Dinas KKP Bitung.

Lanjut Minabari, dalam monev itu pihaknya juga akan mencari tahu keluhan-keluhan dari kelompok nelayan. Semisal kata dia, jika kelompok nelayan ini dalam mengoperasikan kapal bantuan ini ada terkendala ijin. Maka pihaknya akan membantu memfasilitasi untuk mengurusnya.

“Jika saja ada keluhan soal kendala perijinan. Maka kami siap bantu memfasilitasinya,” pungkasnya.

(JamalGani)

Iklan
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?