Connect with us

Bitung

Diperiksa Kajari, Istri Walikota Bitung Tetap Ngotot Tidak Tahu Soal Makloon Baju, Khouni: Jangan Buat Judul Tendensius

Dimuat

pada

BITUNG—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bitung kembali memanggil Khouni Lomban Raung, Senin (15/03/2021). 

Pemanggilan Khouni ini dalam rangka melakukan konfrontir terkait dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bitung. 

Istri Wali Kota Bitung ini memenuhi panggilan ketiganya sebagai saksi oleh pihak Kejari Bitung bersama dua orang lainnya yakni, Pingkan Palendeng dan Mantan bendahara titi, yang sebelumnya ikut diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. 

Ketiganya tiba di kantor Kajari Bitung sekitar pukul 10.50 Wita dan diperiksa diruang Kajari Bitung Frenkie Son. Kurang lebih satu setengah jam berada diruangan, ketiganya terihat keluar dari ruangan sekitar pukul 12.15 Wita. 

Saat keluar, Khouni yang sudah ditunggu sejumlah awak media itu awalnya tak ingin diwawancarai dan hanya mengatakan agar wartawan menanyakan saja langsung ke Kajari Bitung terkait pemeriksaan dirinya itu. 

“Sebenarnya musti tanya sama bapak yang memeriksa. Tanya jo langsung,” kata Khouni kepada awak media. 

Meski begitu, Ketua TP PKK Kota Bitung ini akhirnya buka suara dan mengatakan dirinya hanya datang sebagai saksi memenuhi panggilan Kejari Bitung. 

“Kewajiban saya sebagai warga negara datang memenuhi panggilan. Kemudian ditanyakan konfrontir dengan saksi yang lain. Dan saya sekarang ini memang datang ke teman-teman wartawan karena ini sementara berproses. Tapi kalau saya ditanya apakah keterangan masih sama dengan yang lalu. Yah masih sama. Kalau saya tidak mengetahui penjaitan baju Korpri itu, kemudian saya tidak meminta menjaitkan baju korpri itu, dan saya tidak menerima baju korpri yang ongkosnya Rp 500 ribu itu,” ungkapnya. 

Khouni sendiri saat disentil terkait dengan keterangan saksi lainnya yang menyebutkan jika dirinya menerima anggaran Makloon baju itu. Khouni enggan berkomentar lebih. 

“Jadi kalau untuk yang lainnya silahkan tanya ke kejaksaan. Saya hanya ditanyakan dua pertanyaan saja. Hanya apakah sehat dan apakah masih sama seperti jawaban yang lalu. Jadi diulang lagi, saya tidak tahu tentang penjaitan baju korpri itu, saya tidak meminta tentang ha itu, dan kemudian saya tidak menerima baju korpri itu. Saya tidak pernah terima titik. Cuma itu. Karena memang pak Kajari bilang tidak boleh berdusta. Jadi saya sudah sampaikan sebagaimana adanya. Mohon kepada wartawan juga. Tolonglah apa yang saya sampaikan itu yang dimuat. Jangan seperti lalu. Harus Profesional dalam pemberitaan. Jangan pakai judul yang sangat tendensius seperti ‘Khouni Lomban Rawung Kabur dari Pintu Belakang’. Siapa yang kabur? ujar Khouni sembari mengatakan, dirinya hanya saksi dan semua harus menghormati hukum. 

Khouni pun kemudian begegas pergi dari kantor Kejari Bitung sekitar pukul 12.15 Wita dan naik ke mobil HRV warna putih bernomor polisi DB 1024 CG. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?