Connect with us

Kepulauan Talaud

Diserang Air Pasang, Sejumlah Rumah Warga Rainis Nyaris Jadi Korban.

Dimuat

pada

Rumah warga yang nyaris diserang air pasang

MELONGUANE — Diduga akibat penambangan pasir secara besar – besaran di wilayah pantai Baas, Desa Rainis Kecamatan Rainis, kini berdampak buruk bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai Desa Rainis, Sabtu (6/11/2021).

Hal itu berdampak saat meluapnya air laut hingga sampai di pekarangan rumah warga yang bermukim pinggiran pantai, sehingga nyaris ada rumah warga yang terdampak serangan air pasang.

“Bersyukur, pa torang so ada talud. Kasiang bagimana deng dorang nda ada talud. Palingan aer lao so sampe di rumah, (bersyukur kami sudah punya talud. Kasihan dengan mereka yang belum punya talud. Air pasang pasti sudah sampai di rumah),” ungkap opa Irat Salombe.

Vano, salah satu bocah yang siap melayarkan kapal mainannya karena air laut sudah ‘bertamu’ di halaman rumahnya.

Hal itu ternyata diakui oleh sejumlah warga yang tinggal di bibir pantai, tapi belum memilik talud untuk menangkal air pasang.

“So tiga hari ini kejadian ini, Aer nae pe basar skali. Kalau mo Aer nae, aer Lao slalu ja sampe di muka rumah (Sudah tiga hari berturut – turut kejadian seperti ini, air pasang sangat besar. Pada saat air laut pasang, selalu sampai di depan rumah), ” ujar Nita Tumimbang, saat ditemui awak media ini di rumahnya.

Warga yang masih waspada akibat luapan air laut yang sampai di halaman rumah mereka.

“So kurang ja bekeng tako, jang kage – kage somo tenggelam Torang pe rumah ( Sangat menakutkan, jangan tiba – tiba rumah kami tenggelam),” tambahnya.

Untuk itu mereka meminta perhatian pemerintah, agar kedepan ada tindakan langsung dari pemerintah baik itu dari Eksekutif maupun Legislatif, yang bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

“So berapa kali perangkat desa datang ba ukur, katanya mo bekeng talud. Mar sampe skarang blum jadi – jadi. Semoga kedepan itu talud somo jadi, supaya itu omba so nda mo sampe di rumah (Sudah beberapa kali perangkat desa, katanya akan dibuatkan talud. Mar sampai saat ini, belum terealisasi. Semoga kedepan akan ada pembangunan talud, agar ombak tidak akan sampai di depan rumah),” ujar Meikel, salah satu warga desa Rainis yang bermukim di bibir pantai.

Tokoh muda Rainis ikut prihatin dengan adanya kejadian ini.

“Harusnya pemerintah bersifat cepat, cermat dan cerdas. Eksutif maupun Legislatif secara khusus dari dapil I, segera merespon hal – hal seperti ini. Jangan nanti sudah ada masyarakat yang menjadi korban akibat meluapnya air laut baru bertindak. Pemerintah harusnya berprinsip lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Yariyanto Winowoda, salah satu tokoh muda desa Rainis.

Berdasarkan pantauan awak media ini, benar adanya luapan air laut yang meluap hingga di depan rumah warga.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?