Connect with us

Minahasa Tenggara

Dituding Lakukan Pemerasan dan Pengancaman, Ketua AMPRI Ancam Lapor Balik

Dimuat

pada

RATATOTOK – Kasus sengekta tanah yang melibatkan 9 ahli waris Keluarga Tiwow Sangari berbuntut panjang. Pasalnya, salah satu ahli waris melaporkan ahli waris lain dengan dugaan pidana pemerasan dan pengancaman.

Ironisnya lagi, salah satu terlapor Valdy Suak yang notabene  sebagai mediator dari kedua belah pihak yang bersengketa disebut-sebut ikut pula melakukan dugaan tindak pidana  tersebut.

Tak pelak begitu mengetahui namanya ikut pula dilaporkan  justru Ketua  Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Mitra  mengaku heran dan merasa lucu begitu dapat informasi kalau namanya ikut pula masuk dalam laporan polisi.

Merasa ada yang aneh, sosok yang punya basis  kekuatan massa dalam setiap gerakannya ini, spontan saja langsung melontarkan sikap perlawanan terhadap laporan tersebut . “Saya orang yang tahu aturan hokum. Kita akan lawan dengan menggunakan jalur hokum biar lebih elegan.Tidak akan menggunakan kekuatas massa,” ujar Suak.

Bahkan Suak dengan nada geram akan melakukan hal yang sama yakni bikin laporan balik  jika kasus yang dilaporkan tersebut tidak ada  bukti-bukti atapun dihentikan penyidik (SP3). “Tentu sudah ada pasal pidana atau perdata yang saya siapkan  untuk melaporkan kembali jika yang dilaporkan ke saya tidak terbukti,” ungkapnya.

Menurutnya, unsur pidana dalam kasus tersebut tidak jelas atau cacat hukum.  “Saya dilaporkan pemeran dan pengancaman, dasarnya apa?. Saya justru menjadi mediator dari ahli waris yang menuntut hak mereka, inikan lucu,” katanya dengan penuh keheranan .

Suak yang punya latar belakang hokum,justru balik menjelaskan dasar laporan tersebut.  Dimana menurutnya  ketentuan pidana mengenai pengancaman diatur dalam Bab XXIII tentang Pemerasan dan Pengancaman Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mengenai ancaman kekerasan diatur dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP:

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun,” jelasnya.

Pertanyaannya apakah saya meminta atau memaksa dengan melakukan kekerasan dalam mengurus perkara keluarga saya ?. Apakah keluarga menuntut milik anda (pelapor) pribadi. Bukankah itu warisan keluarga yang semua ahli waris memiliki hak yang sama?

Unsur pidana pengancaman dan pemerasan yang anda laporkan seharusnya belum memenuhi unsur adanya pelanggaran pidana. Tidak ada yang mengancam tidak ada yng memeras, semua berawal dari kesepakatan.  “Saya saja hanya selaku mediator antara kedua pihak dilaporkan juga dengan pasal tersebut,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan pasal yang nantinya akan dia laporkan jika laporan terhadapnya di SP3.  “Lewat jalur hukum perdata atau ganti rugi yang ditempuh, pihak yang dirugikan (baik secara moril, idiil dan materiil) karena laporan tersebut dapat saja menggugat pihak pelapor atas dasar Pasal 1365 KUHPerdata yaitu mengenai Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Kerugian yang ditimbulkan itu harus disebabkan karena perbuatan yang melawan hukum itu. Antara lain, kerugian-kerugian dan perbuatan itu harus ada hubungannya yang langsung; kerugian itu disebabkan karena kesalahan pembuat.

Selain itu, gugatan ganti rugi juga dapat diajukan oleh pihak yang dirugikan atas dasar penghinaan dan/atau fitnah sebagaimana diatur dalam Pasal 1372 dan/atau Pasal 1373 KUHPerdata,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan kepada pihak pelapor. “Belajarlah hukum dengan baik agar tidak capek bolak balik melapor atau terpeleset dilaporkan balik,” akunya

Sampai saat ini ia mengaku akan menunggu panggilan Polda Sulut. “Saya tunggu panggilan, sebagai negarawan yang baik sudah tugas saya memenuhi panggilan,” tutup sosok yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Ratatotok ini. (roy)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?