Connect with us

Bolaang Mongondow Utara

Dituntut Kerja Ekstra Ditengah Pandemi Covid-19, Tenaga Honorer di Puskesmas Buko Menjerit, Empat Bulan Belum Digaji

Dimuat

pada

Puskesmas Buko

BOLMUT–Puluhan tenaga honorer di Puskesmas Buko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kabarnya sampai saat ini mulai menjerit akibat gaji mereka tak kunjung dibayarkan.

Informasi diperoleh, sekitar kurang lebih 30an honorer di Puskesmas Buko saat ini mulai menuntut hak mereka.

Betapa tidak, terhitung sejak Juli hingga Oktober tahun 2021 atau hampir empat bulan gaji para honorer ini tak dibayar. Bahkan kejelasan kapan akan dibayarkanpun tak kunjung ada kepastian.

Salah satu honorer di Puskesmas Buko kepada media ini menyampaikan kekecewaan terhadap pimpinan mereka. Dimana kata dia, pimpinan (Kepala Puskesmas, red) selalu menuntut mereka untuk kerja ekstra dan disiplin. Namun, apa yang seharusnya menjadi hak mereka tidak pernah diperhatikan.

“Pokonya so greget sekali dengan keadaan ini. Kapus nda ada perhatian kamari kasiang pa torang honorer ini. Cuma tuntut kerja keras deng disiplin mo mampos. Kong dia nyanda ja fikir akang torang pe gaji so lama nyanda cair-cair,” ujar salah satu honorer Puskesmas Buko dengan logat Manado, sembari meminta agar identitasnya dirahasiakan, Selasa (05/10/2021).

Padahal lanjut sumber, honorer-honorer seperti mereka yang ada di Puskemas lain sudah menerima gaji. Sementara dia, dan puluhan rekan honorer lainya hanya bisa gigit jari.

“Teman-teman honorer di Puskemas lain sudah dapat gaji. Kita di Puskesmas Buko yang belum. Bahkan belum tahu pasti apakah akan diberikan atau tidak hak kita itu,” terangnya.

Dia menambahkan, harusnya pimpinan (Kapus, red) peka terhadap tenaga honorer seperti mereka. Apalagi kata dia, disaat situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita kerja ditengah pandemi Covid-19. Nyawa adalah taruhannya. Tapi kenapa kerja keras kita malah dibalas dengan ketidakpastian seorang pemimpin. Selama ini kami sudah menjalankan tugas dan kewajiban sebagai seorang honorer medis. Maka dari itu kami hanya menuntut berikan apa yang menjadi hak kita,” ungkap sumber resmi media ini.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Buko Saifudin Gobel saat dikonfirmasi terkait keluhan honorer tersebut tak menampik. Dia bahkan membenarkan jika memang 30an honorernya belum menerima gaji sejak Juli hingga saat ini.

“Memang benar ada 30an honorer gaji mereka belum terbayarkan karena anggaran kita habis. Kemungkinan bisa terbayar nanti pada APBD Perubahan. Namun, sudah ada beberapa tenaga medis gajinya sudah kita bayarkan,” katanya enteng.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?