Connect with us

Bitung

Dugaan Pemerasan Oknum KPLP Kelas II Bitung Berakhir Damai, Kedua Pihak Saling Memaafkan

Dimuat

pada

Kepala KPLP Kelaw II Bitung dan Ko Aseng saling berjabat tangan pertanda kedua pihak telah bersepakat damai, Rabu (26/01/2022).

BITUNG–Dugaan adanya pemerasan dan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kelas II Bitung kepada salah satu pengusaha perikanan Kota Bitung, Muhammad Aswandi alias Ko Aseng (52), berakhir damai.

Pasalnya, Ko Aseng (52) beberapa waktu  lalu menyatakan jika dirinya menjadi korban dalam dugaan pemerasan atau pengutan liar (Pungli) karena dimintakan uang puluhan juta untuk membebaskan kapal miliknya yang ditangkap petugas KPLP Kelas II Bitung.

Kasus tersebut sempat viral di media sosial bahkan jadi pembahasan serius oleh pemerintah pusat. Namun, kedua belah pihak antara KPLP Kelas II Bitung dan Ko Aseng telah bersepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Dan menganggap masalah tersebut telah selesai.

Perdamaian kedunya ini berlangsung di Kantor Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) kelas II Bitung, Rabu (26/01/2022) siang.

Melalui surat pernyataan yang dibacakan Ko Aseng. Dirinya mengaku khilaf dan meralat segala pernyataan yang pernah disampaikannya terkait dengan adanya pemerasan dan pungli yang dilakukan pihak KPLP Kelas II Bitung.

Dia juga menyampaikan, sebelumnya telah bertemu dengan Kepala Kantor Pangkalan Pejagaan Laut dan Pantai (PLP) kelas II Bitung Sabar Maima Hasugian, untuk menyelesaikan persolan salah paham dan silang pendapat yang terjadi.

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan bahwa saat itu kondisi psikologis saya dalam keadaan labil. Sehingga saya membuat video dengan durasi 1,04 detik menyebar luas dengan cepat. Saya menyatakan semua itu sebenarnya tidak ada dan tak benar,” ujarnya.

Selain itu, Ko Aseng juga mengatakan, terkait persoalan yang terjadi, dirinya dan Kepala Kantor PLP menganggap telah selesai dan tidak ada masalah apapun lagi. Karena memang, menurutnya, dari awal tidak upaya melakukan pengaduan serta tidak melapor kemanapun.

“Saya menyadari kesalahan saya, yang sedang gugup waktu itu. Selaku pribadi saya minta maaf kepada institusi dan perorangan pribadi mulai dari pimpinan, petinggi Kementrian Perhubungan,” ucap Ko Aseng.

Sementara itu Kepala Kantor Pangkalan Pejagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Bitung, Sabar Maima Hasugian menjelaskan, berterimakasih atas niat baik Ko Aseng. Dia juga sangat memaklumi kondisi Ko Aseng.

“Saya percaya kondisi beliau dalam keadaan labil. Sehingga semua itu terjadi diluar kendali. Saya atas nama pribadi dan pimpinan KPLP Kelas II Bitung telah menerima permintaan maaf Ko Aseng terhadap institusi, perorangan dan pribadi. Maka dari itu, kami nyatakan semua permasalahan yang sempat terjadi antara KPLP dan Ko Aseng telah selesai,” terangnya.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?