Connect with us

Kriminal

Gagal Diselundupkan Ke Papua, 8.280 Liter Cap Tikus Disita Polda Sulut

Dimuat

pada

BABUK : Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol. Jules A. Abast bersama Dirresnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono menunjukkan barang bukti ribuan liter miras jenis Cap Tikus yang di isi dalam jirigen.

MANADO—Ribuan liter minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus yang rencananya akan dikirimkan ke Papua Barat, berhasil di gagalkan Ditresnarkoba Polda Sulut, di ruas jalan raya Belang – Ratatotok, tepatnya di Desa Borgo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Senin (15/05/2021) sekira pukul 01.20 wita.

Cap Tikus tersebut diangkut menggunakan dua mobil jenis truck dan pick up menuju Pelabuhan Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.

 “Masyarakat menginformasikan bahwa dini hari itu akan ada mobil truck dan pick up yang mengangkut cap tikus ke Pelabuhan Basaan, yang selanjutnya akan dikirim ke Manokwari, Papua Barat menggunakan kapal,” jelasnya, Jum’at (19/02) siang, di Mako Ditresnarkoba Polda Sulut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkapkan penangkapan ini berasal dari informasi masyarakat.

“Masyarakat menginformasikan bahwa dini hari itu akan ada mobil truck dan pick up yang mengangkut cap tikus ke Pelabuhan Basaan, yang selanjutnya akan dikirim ke Manokwari, Papua Barat menggunakan kapal,” jelasnya, Jum’at (19/02) siang, di Mako Ditresnarkoba Polda Sulut.

Berdasarkan informasi tersebut, tim lapangan Subdit 3 Ditresnarkoba langsung melakukan penyelidikan.

Dan benar saja, tim mendapati dua mobil yang mencurigakan dan di bagian bak ditutup menggunakan terpal, sedang menuju pelabuhan. Tim kemudian melakukan pengejaran dan penghadangan.

Dua mobil yang dihadang yaitu truck Hino warna coklat bernomor polisi DB 8076 QE yang dikemudikan pria berinisial RS, dan mobil pick up warna hitam DB 8095 LA dikemudikan pria berinisial RM.

“Saat diperiksa, di mobil truck didapati 363 jerigen berisi sekitar 7.260 liter cap tikus. Kemudian di mobil pick up didapati 51 jerigen berisi sekitar 1.020 liter. Sehingga totalnya, 414 jerigen dengan isi total sekitar 8.280 liter cap tikus,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirresnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

Barang bukti kendaraan beserta muatan dan pengemudi langsung diamankan di Mapolda Sulut untuk dimintai keterangan.

“Cap tikus tersebut milik seorang pria berinisial UG alias M (28), warga Desa Silian Dua, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, yang rencananya dikirim kepada seorang pria berinisial O di Manokwari Papua Barat,” tambahnya

Senada dengan itu, Dirresnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono menambahkan, pihaknya beserta jajaran terus menindaklanjuti atensi Kapolda Sulut terkait pemberantasan peredaran miras tanpa izin karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Kita ketahui di wilayah Sulawesi Utara ini kriminalitas yang tertinggi adalah penganiayaan, yang salah satunya disebabkan oleh pengaruh miras,” ungkap Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

Amstono menambahkan, untuk pemilik miras tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pihak Ditresnarkoba Polda Sulut masih melakukan pengembangan penyidikan dari kasus ini.

“Tersangka dijerat pasal 32 ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Yaitu, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 13 ayat (1), pasal 14, dan/atau pasal 15 diancam kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp. 50 juta,” jelas Amstono.

Amstono pun mengapresiasi peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran miras tanpa izin ini dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Terima kasih kepada masyarakat, berkat informasi yang disampaikan kasus ini bisa diungkap dengan cepat oleh pihak kepolisian. Dan seluruh barang bukti miras ini ke depan akan dimusnahkan,” Pungkas Amstono.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?