Connect with us

Minahasa

Habiskan 9 Juta Setiap Desa, 227 Kumtua Stuban di Pulau Jawa dan Bali

Dimuat

pada

Para Kumtua saat makan siang di salah satu restoran di Surabaya

MINAHASA – Sebanyak 227 hukum Tua (Kumtua) di Kabupaten Minahasa mengagendakan studi banding (stuban) pengembangan wisata di beberapa tempat di pulau Bali dan Jawa.

Diketahui Pemkab Minahasa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) membagi dua kloter keberangkatan para Kumtua tersebut. Kloter pertama telah berangakat dua pekan lalu tujuan Bali (Kabupaten Tuban) dan Banyuwangi. Kemudian kloter dua berangkat Selasa (9/8/2022) tujuan Surabaya dan Jokyakarta.

Agenda stuban ini ternyata menuai sorotan berbagai pihak karena dinilai hanya pelisir. Sebab, program stuban yang digagas Dinas PMD itu “menyunat” uang rakyat di desa desa yang mencapai miliaran rupiah. Bila ditaksir dana yang dihabiskan untuk stuban itu mencapai Rp 2 miliar lebih yang diambil dana desa.

Penuturan dari sejumlah Kumtua yang ikut dalam stuban tersebut, setiap desa mengalokasikan dana Rp 9 jutaan untuk agenda tersebut.

“Sekitar 9 jutaan dana diambil dari dana desa,” ujar hukum tua.

Program tersebut menuai sorotan karena dilaksanakan di saat pandemi covid, dimana masyarakat lagi terpuruk dan anggaran dana desa harus difokuskan untuk pemulihan ekonomi, pemberdayaan masyarakat hingga penyertaan Bumdes tapi digunakan hanya stuban.

“Seharusnya program itu ditunda dulu karena masih situasi pandemi. Apalagi pak bupati perna menyinggung soal dana desa difokuskan untuk penanganan covid dan pemulihan ekonomi, meski program stuban itu sudah ditata anggaranya tapi sebetulnya bisa diatur Pemkab untuk menunda,”ujar warga.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Minahasa, Jeffy Wakarry, mengatakan fungsi dan pemanfaatan dana desa bukan untuk Kumtua pribadi tapi demi kesejahteraan masyarakat di desa lewat pembangunan.

“Ketika dana desa hanya digunakan untuk jalan jalan sangat disayangkan juga. Output apa yang dibawah dari agenda stuban itu, ” kata Jefrry.

Terkait hal ini, Kepala Dinas PMD Minahasa Jeffry Tangkulung ketika dikonfirmasi melalui telpon oleh sejumlah wartawan mengatakan kalau stuban tersebut merupakan agenda tahunan demi peningkatan SDM para Kumtua.

“Kegiatan ini sudah setiap tahun dilaksanakan dan dananya diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) bukan Dana desa (DD). Perlu disyukuri karena Kumtua hanya satu tahun sekali jalan jalan. Eh maaf, maksud saya Stuban. Bayangkan jika ada Kumtua yang tidak punya wawasan dan pengetahuan tentang tempat tempat yang lain, apalagi yang kami kunjungi lokasi seperti tempat pengolahan sampah dan Bumdes. Kegiatan tahunan ini kan sudah sejak lama dilaksanakan,”pungkasnya. (Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?