Connect with us

Kepulauan Talaud

Jelang Hari Lahir Pancasila, Lanal Melonguane Laksanakan Ekspedisi Merah Putih

Dimuat

pada

Ekspedisi Merah Putih yang dilaksanakan oleh Lanal Melonguane menjelang Hari Lahir Pancasila. //foto: hmslanal.

MELONGUANE – Lanal Melonguane dibawah pimpinan Letkol Marinir Adi Sucipto, ST, M.Tr.Hanla didampingi Ketua Cabang 7 Korcab VIII DJA II Jalasenastri beserta Tim SFQR melaksanakan Ekspedisi Merah Putih ke pulau-pulau kecil terluar/terdepan di wilayah perbatasan NKRI.

Sama dengan pelayaran Ekspedisi Merah Putih sebelumnya, Ekspedisi Merah Putih di empat pulau yakni Pulau Kakorotan, Pulau Marampit, Pulau Intata dan Pulau Karatung kali ini juga menggunakan Searider dengan mengibarkan bendera Merah Putih ukuran besar di atas Searider oleh Tim SFQR Lanal Melonguane. Hal ini dilakukan untuk mengenang bagaimana awal-awal penugasan prajurit Korps Marinir dalam Satuan Tugas Pengamanan Pulau-Pulau Terluar Indonesia.

Danlanal juga mengajak serta dua perwiranya dari Korps Marinir yaitu Lettu Marinir Bania Langkari dan Letda Marinir Fahmi Zakky. Untuk kepentingan bantuan kesehatan, Danlanal juga mengikutsertakan Letda Laut (K) dr Fahmi Henggar dan anggota kesehatan dari Balai Pengobatan Lanal Melonguane.

Searider atau RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) merupakan perahu karet dengan mesin tempel bertenaga besar sehingga memungkinkan untuk bergerak cepat di laut dengan manuver yang lincah guna melakukan pengejaran. Searider yang juga didesain untuk kepentingan taktis menjadikan perahu tersebut tidak memiliki atap sehingga para awak maupun penumpang harus mampu bertahan dari teriknya matahari, hujan maupun percikan ombak laut selama dalam pelayaran.

Selain untuk meningkatkan rasa nasionalisme bagi para prajurit dan Jalasenastri Lanal Melonguane maupun masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil terluar. Pelayaran dengan pengibaran bendera Merah Putih ukuran besar ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam dan serta menggelorakan semangat bahwa Indonesia adalah negara maritim.

Dalam kegiatan ekspedisi ini, Danlanal Melonguane bersama rombongan berkunjung ke Posmat Marampit dimana terdapat prajurit Lanal Melonguane yang bertugas, membaur dengan masyarakat yang tinggal disana, berbagi informasi mengenai permasalahan yang ada di pulau tersebut, serta melakukan pemantauan berbagai fasilitas pertahanan dan keamanan negara di wilayah perbatasan.

Juga dalam kesempatan yang sama pada Sabtu (29/5/2021) menyempatkan hadir dalam acara ritual Adat Mane’e yang dilaksanakan oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Nanusa yang juga merupakan ritual tahunan. Acara adat ini juga merupakan salah satu potensi pariwisata bahari dapat dikembangkan demi menunjang pembangunan di wilayah perbatasan paling Utara NKRI tersebut.

“Arti pentingnya keberadaan pulau-pulau terluar bagi negara kepulauan seperti Indonesia perlu mendapatkan perhatian yang serius oleh pemerintah melalui berbagai instansi/stake holder terkait baik di tingkat pusat maupun daerah. Setidaknya minimal ada empat aspek penting dari keberadaan pulau-pulau kecil terluar tersebut antara lain Aspek/Fungsi Pertahanan dan Keamanan, Aspek/Fungsi Ekonomi, Aspek/Fungsi Ekologi dan Aspek/Fungsi Yuridis/Hukum bagi penetapan batas wilayah negara dan juga zona rezim hukum laut,” ungkap Danlanal Melonguane.

Wilayah kerja Lanal Melonguane yang merupakan wilayah kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas dengan beberapa pulau kecil terluar, menjadikan kami lebih serius dalam memantau situasi dan kondisi di wilayah kerja kami. Untuk itu secara rutin kami melakukan beberapa kegiatan termasuk patroli di laut di wilayah perbatasan ini. Selain itu, sebagai impelementasi fungsi kewilayahan tambah Danlanal, pihaknya melaksanakan tugas Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla-red), kami juga melaksanakan pembinaan potensi maritim (Binpotmar-red) dengan berbagai program kegiatan.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Pamen berpangkat Letkol ini menghimbau agar masyarakat Talaud terus mengobarkan jiwa nasionalisme, menjaga keberagaman dengan sikap toleransi yang tinggi, saling gotong royong, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kembali kesadaran bahwa kita adalah negara maritim yang memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Kami Prajurit Lanal Melonguane, jati diri diri kami adalah tentara pejuang, tentara rakyat, tentara nasional dan tentara profesional yang berjiwa Sapta Marga, serta memegang teguh Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan Tri Sila TNI Angkatan Laut. Kami Indonesia, Kami Pancasila,” tegasnya. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?