Connect with us

Bitung

Kantor Lurah Suplai Listrik ke Lokasi Tambang Ilegal, Diduga Ada “Orang Kuat” Backup PETI Pinasungkulan

Dimuat

pada

PETI Pinasungkulan makin menjamur

BITUNG—Aktivitas pertambangan tanpa ijin (PETI) di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu sampai saat ini masih berlanjut.

Padahal, beberapa waktu lalu Camat Ranowulu, Dolfie Rumampuk menyampaikan akan segera menutup lokasi tambang ilegal tersebut.  

Hal itu, dirinya sampaikan usai menghadiri rapat koordinasi bersama dengan Wali Kota Biitung, Max J Lomban dan unsur Forkopimda serta pihak PT MSM-TTN, Rabu (24/02/2021). 

Akan tetapi, kenyataanya di lapangan aktivitas tambang liar ini semakin menjamur. Bahkan, kabarnya lubang atau galian tambang yang sebelumnya hanya ada diaangka 161. Kini bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. 

Bukan hanya itu, penutupan tambang liar itu bisa dikatakan mustahil untuk dilakukan. Sebab, selain pemerintah kelurahan dan kecamatan, diduga ada “Orang Kuat” ikut terlibat dalam membackup agar PETI itu terus beroperasi. 

Parahhnyad lagi, , pihak pemerintah Kelurahan Pinasungkulan dengan beraninya menyuplai listrik dari Kantor Lurah Pinasungkulan ke lokasi PETI. Hal ini nekat dilakukan dikarenakan pihak kelurahan disinyalir mendapatkan pemasukan yang terbilang fantastis dan menggiurkan yang diberikan para penunjang PETI tersebut. 

Camat Ranowulu Dolfie Rumampuk saat dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut.  Dirinya mengatakan jika benar Kantor Lurah Pinasungkulan menyuplai listrik ke lokasi PETI. 

“Saya sudah klarifikasi ke Lurah Pinasungkulan terkait hal itu. Dan lurah mengatakan memang kabar itu benar. Namun kata lurah, suplai listrik dari Kantor Lurah tanpa sepengetahuan lurah. Dan menurut lurah itu sudah dicabut,” kata Dolfie, Senin (01/03/2021). 

Disingung terkait pernyataannya akan segera menutup PETI tersebut. Dolfie beralasan bahwa pihaknya tidak semudah itu melakukan penutupan tambang. 

“Kami sudah sosialisasikan jika tambang itu akan ditutup karena ilegal. Kita juga sudah buat spanduk terkait dengan penutupan ini. Tapi sampai saat ini masih berproses. Kita juga masih terus berkoordinasi dengan pihak Polres Bitung.  Karena mereka yang memiliki wewenang penuh untuk mengambil tindakan,” ujar Dolfie. 

Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Indra Prmana SIK beberapa kali dihubungi media ini belum bisa memberikan tanggapan lebih menyangkut langkah yang akan diambil terkait dengan penutupan PETI tersebut. 

“Sabar, kalau ada perkembangan akan disampaikan, karena permasalahan tambang kita harus berkoordinasi dengan instansi lain juga,” jawab Kapolres, via Whatsapp. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?