Connect with us

Kepulauan Talaud

Kasus Pencemaran Nama Baik Marak di Talaud, Ini Kata Kasat Reskrim Polres Talaud

Dimuat

pada

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Talaud Iptu Ricky Hermawan, S.Tr.K saat ditemui awak media pada Senin (22/03/2021) di ruang kerjanya. //foto: tni

MELONGUANE – Perihal penegakan hukum mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 11 tahun 2008 yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum marak terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Ini terlihat dari banyaknya jumlah laporan kasus pencemaran nama baik khususnya melalui media sosial.

Merespon hal ini Polres Kepulauan Talaud melalui Kasat Reskrim Iptu Ricky Hermawan S.Tr.K ketika ditemui sejumlah awak media pada Senin (22/03/2021) lalu, mengatakan bahwa memang benar hal hangat yang saat ini sering terjadi adalah mengenai kasus pencemaran nama baik.

“Dalam rangka program 100 Hari Kerja Kapolri menuju ‘Polri yang Presisi’, hal hangat yang beredar adalah mengenai ITE yang memang cukup banyak mengenai pencemaran nama baik secara langsung maupun secara elektronik lewat media sosial. Ini ditengahi oleh pimpinan Pak Kapolri bahwa memang diupayakan untuk restorasi justice tapi bukan tidak bisa dilakukan penegakan hukum, namun tetap diupayakan. Sehingga kami banyak menggunakan win-win solution terkait perkara-perkara pencemaran nama baik khususnya melalui media sosial,” tukasnya.

Menurut Kasat Reskrim bahwa hakikat pencemaran nama baik adalah menyebarkan atau menyiarkan sisi buruk seseorang baik itu fakta ataupun itu fitnah. Setiap orang pasti punya sisi buruk maupun sisi baik. Sisi buruk itu walaupun betul tapi kalau disebarkan itu tetap masuk dalam hakikat pencemaran nama baik.

“Memang biasanya media sosial ini banyak dilihat orang, sehingga si korban atau yang merasa dicemarkan memang langsung malu ataupun emosi. Sehingga dalam proses penyelesaiannya kita perlu mencari jalan tengahnya demi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat,” jelasnya.

Yang menjadi kendala disini sambungnya adalah karakteristik masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud yang keras. Keras bukan berarti jelek tapi karakteristik keras dalam hal prinsip, sehingga agak tinggi untuk kasus pencemaran nama baik ini.

“Untuk tahun ini (2021-red) ada 14 kasus yang selesai P21 ke Pengadilan, itu dari bulan Januari sampai Maret. Kemudian yang bisa kami selesaikan tanpa harus ke pengadilan adalah 8 kasus dari total 35 laporan yang diterima. Melihat hal ini kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial yang ada,” kuncinya. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?