Connect with us

Kepulauan Talaud

Kecam Aksi Terorisme, Ini Pesan Ketua Umum Sinode GERMITA

Dimuat

pada

Ketua Umum Sinode GERMITA Pdt DR Arnold A Abas, M.Teol saat hadir dalam kunjungannya di Jemaat GERMITA Pniel Rainis, Jumat (02/04/2021). //foto: tni

RAINIS – Aksi Teror bom yang terjadi di Indonesia beberapa hari belakangan ini mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum Sinode GERMITA Pdt DR Arnold A Abas, M.Teol.

Dalam kunjungannya di Jemaat Pniel Rainis dalam rangka Jumat Agung, Abas mengatakan bahwa GERMITA turut prihatin mengenai aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan juga di Mabes Polri baru-baru ini.

“BPH Sinode mengecam keras para pelaku gerakan terorisme dan radikalisme. Karena apa yang mereka lakukan itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan juga nilai-nilai pancasila yang kita anut. Dimana kita harus menghormati harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu BPH Sinode mengutuk keras aksi tersebut, apalagi aksi yang dilakukan itu terjadi disaat umat Kristen sedang menjalankan ibadah,” tandasnya seusai Ibadah pada Jumat (02/04/2021).

Diketahui bahwa pada Minggu (28/03/2021) terjadi aksi bom bunuh diri di Depan Gereja Katedral Makassar yang dilakukan oleh sepasang suami-istri yang baru 6 bulan menikah. Sementara itu selang empat hari setelah aksi bom bunuh diri tersebut, masyarakat kembali dikejutkan dengan aksi teror di Mabes Polri oleh salah seorang perempuan berinisial Z yang diduga merupakan jaringan terorisme Isis.

Saat diwawancarai oleh media ini, Abas menghimbau kepada umat Kristen untuk tidak terpancing atau tidak terprovokasi dengan situasi ini. Tetapi marilah kita menjaga persatuan dan kesatuan dan juga mendukung program pemerintah dalam hal ini Polri untuk dapat mengusut jaringan terorisme sampai ke akar-akarnya.

“Pesan saya agar seluruh anggota Jemaat GERMITA merayakan Jumat Agung dan Paskah dengan menjaga kebersamaan dan menjaga kerukunan serta persaudaraan di Bumi Porodisa yang kita cintai ini bahkan diseluruh pelosok tanah air. Dan juga tetap menerapkan Prokes secara ketat serta waspada terhadap gerakan-gerakan terorisme. Mari kita bahu-membahu bersama dengan Pemerintah, pihak TNI dan Polri untuk menjaga daerah kita agar terhindar dari wabah Covid-19 maupun gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa Indonesia,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Sinode GERMITA Zeth R P Losoh, S.Sos juga menambahkan bahwa kita tetap waspada baik terhadap paham radikalisme dan gerakan terorisme. Bahkan di saat sekarang ini pun kita tetap waspada akan bahaya Covid-19 dengan tetap menerapkan 3 M yakni Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan.

“Bagi yang sudah menjalani vaksin kedua pun bukan berarti sudah tidak menghiraukan protokol kesehatan karena vaksin hanyalah untuk meningkatkan imun tubuh kita. Jadi bukan berarti torang so bebas,” pungkasnya. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?