Connect with us

Bolaang Mongondow Utara

KUA dan Puskesmas Ollot Gelar Sosialisasi Pranikah dan Pencegahan Stunting

Dimuat

pada

BOLMUT – Kementerian Agama dalam hal ini (K.U.A) bersama Puskesmas Ollot menggelar sosialisasi pranikah dan pencegahan stunting dikantor desa ollot Induk, Selasa (26/7/2022) siang.

Dalam sosialisasi pranikah dan pencegahan stunting dihadiri Kepala Puskesmas Ollot Fera Syafar,A,Md.Keb, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bolangitang Barat Kasmat,S.Sos, Kepala Desa Ollot induk beserta jajaranya, Kelompok PokJaluh, Azam, Mohamad Kalonta, Penyuluh Kecamatan Bolangitang Barat, Tokoh- tokoh adat, Tokoh Agama, serta adik-adik Pelajar SMP dan SMA sederajat beserta masyarakat.

Menurut kepala KUA Bolangitang Kasmat,S.Sos, mengatakan kita harus mengetahui bahaya dan dampak dari pernikahan usia dini yang sering terjadi dikalangan para anak-anak didik dikalangan para pelajar.

“Hal ini, dikarenakan ketidak tahuan kita terhdap pernikahan diusia dini ini,”ungkapnya.

Lanjutnya, sesuai undang – undang No.1 tahun 1974 dan Undang-undang No.16 tahun 2019 tentang pranikah. kemudian keputusan Direktorat Jendral Bimas Islam No. 379 tahun 2018 tentang Bimbingan Pranikah, seperti membangun landasan keluarga sakinah, merencanakan perkawinan, Dinamika perkawinan, Kebutuhan Keluarga, kesehatan Keluarga dan membangun keluarga yang berkualitas serta keutuhan keluarga.

“Ini semua adalah planing atau perencanaan sebelum kita mengawali yang namanya pernikahan,”tegasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Puskesmas Ollot Fera Syafar,Amd,Keb. mengatakan pernikahan di usia dini akan menimbulkan yang namanya stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhan pada anak menjdi terganggu.

“Ketika perempuan yang belum remaja  menikah di usia dini, tentu akan menimbulkan psikolog belum matang dan belum mempunyai pengetahuan cukup karena usia remaja masih butuh gizi maksimal serta organ reproduksi belum matang,”terangnya.

Lanjut dikatakan Kepala Puskesmas Fera, ciri-ciri dari stunting tersebut misalnya pertumbuhan melambat, sering sakit, kemudian menurunnya kemampuan kognitif sehingga menjadi lebih pendiam dan tanda pubertas melambat, pertumbuhan giji terganggu.

“Penyebab stunting tidak lain kurangya asupan gizi selama hamil, kondisi anak tidak tercukupi, kurangya akses air bersih dan sanitasi. Cara pencegahannya, kita harus penuhi nutrisi selama kehamilan dan pola asuh anak yang lebih baik, serta perbaikan akses sanitasi dan peningkatan pengetahuan dan konsultasi kesehatan,”tutupnya. (muchtar)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?