Connect with us

Kepulauan Talaud

Lanal Melonguane Pelopori Budidaya Rumput Laut, Sucipto : Ini Pilot Project Yang Akan Dikembangkan

Dimuat

pada

Prajurit Lanal Melonguane saat berada di keramba budidaya rumput laut. //foto: hmsLanal.

MELONGUANE – Setelah mempelopori sistem pertanian hidroponik dan pemanfaatan kolam ikan air tawar untuk berbagai ternak unggas termasuk itik, saat ini Lanal Melonguane kembali melakukan inovasi di daerah perbatasan paling utara NKRI yang menjadi wilayah kerjanya dengan mempelopori budidaya rumput laut dengan sistim keramba jaring apung.

Kegiatan uji coba budidaya rumput laut sistim keramba tersebut telah mulai dilaksanakan beberapa waktu lalu di desa Alo Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud yang merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara di wilayah kepulauan di bibir Samudera Pasifik tersebut.

Ide budidaya rumput laut sistim keramba jaring tersebut dilatarbelakangi adanya keengganan masyarakat untuk melaksanakan budidaya rumput laut karena pengalaman mereka yang gagal yang disebabkan rumput laut yang mereka budidayakan dirusak oleh ikan-ikan.

Setelah mendengar pengalaman kegagalan masyarakat tersebut, Letkol Marinir Adi Sucipto, ST, M.Tr.Hanla kemudian berupaya mencari pemecahan atas permasalahan tersebut. Setelah mencari berbagai referensi, ia kemudian membuat desain keramba jaring apung menggunakan paralon serta memerintahkan Babinpotmar Lanal Melonguane a.n. Serka S Joko Pambudi dan KLK Pom Rohmat Basuki untuk mengerjakan pembuatan keramba tersebut.

“Setelah mendapatkan bibit rumput laut yang dipesan dari Manado, Babinpotmar dengan dibantu para prajurit Lanal Melonguane kemudian melaksanakan penaburan bibit rumput laut di keramba jaring dari paralon serta keramba jaring apung milik masyarakat yang tidak dipergunakan di desa Alo. Pemantauan dan evaluasi ujicoba budidaya rumput laut sistim keramba terus dipantau oleh Danlanal Melonguane melalui Babinpotmar yang ditugaskan secara khusus di desa Alo yang merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara binaan Lanal Melonguane. Dari pengecekan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Mei terhadap rumput laut yang sudah ditebar pada tanggal 1 Mei lalu, menunjukkan bahwa bibit rumput laut tumbuh subur dan bebas dari gangguan/serangan ikan,” katanya.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Komandan Lanal Melonguane menyampaikan bahwa budidaya rumput laut sistim keramba yang telah dilaksanakan oleh Lanal Melonguane tersebut merupakan pilot project yang nantinya akan dikembangkan lebih lanjut.

“Saya yakin bahwa sistim budidaya rumput laut dengan menggunakan sistim keramba ini akan jauh lebih baik dibandingkan dengan sistim lama yang menggunakan bentangan tali yang panjang. Selain lebih rapi, indah, tertata, ramah lingkungan dan tidak memakan tempat yang luas, sistim keramba ini juga akan melindungi rumput laut dari gangguan ikan atau pemangsa yang dapat mengakibatkan kegagalan panen jelasnya,” tambahnya.

“Pilot project ini kami lakukan sendiri dulu karena kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat nelayan bagaimana cara mengatasi permasalahan yang pernah menjadikan mereka dahulu gagal dalam budidaya rumput laut. Setelah uji coba pertama ini berhasil, maka selanjutnya kami akan optimalkan peran serta masyarakat untuk mengembangkannya dan selanjutnya kami hanya sebagai pembina yang akan mengarahkan, memotivasi serta membantu memberikan solusi apabila nantinya kembali terdapat berbagai kendala. Semoga terobosan ini berhasil dan menjadi solusi atas permasalahan yang pernah dialami oleh masyarakat nelayan. Saya berharap, saat peresmian atau pencanangan Kampung Bahari Nusantara nanti, rumput laut yang sudah kita tebar dan kita rawat sudah dapat dipanen bersama masyarakat,” ujar Pamen berpangkat Letkol Marinir yang sangat mencintai laut ini.

Dalam pengembangan berbagai program Kampung Bahari Nusantara ini kami mengharapkan kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak, baik itu pemerintah daerah melalui dinas terkait, BUMN, BUMD ataupun swasta guna membantu masyarakat Kampung Bahari Nusantara binaan kami sehingga dapat maju dan berkembang serta nantinya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam memanfaatkan potensi kelautan yang ada di Talaud guna kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

“Kemampuan kami dari Lanal Melonguane amat sangat terbatas, namun walaupun demikian kami telah berusaha lakukan, tunjukkan dan pelopori berbagai hal untuk menjadi bagian dari solusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat” ucap Danlanal.

Kami sudah mengawali, memberi contoh atau mempelopori, selanjutnya kami harapkan peran serta berbagai pihak untuk membantu mengembangkannya demi kepentingan masyarakat, ungkapnya menambahkan.

Menutup pernyataannya, Danlanal Melonguane menghimbau agar masyarakat Talaud untuk kembali ke jati diri dan semangatnya sebagai masyarakat bahari yang selalu dinamis, bermental baja, dapat berfikir kritis dan bertindak cepat dalam menghadapi berbagai perubahan dan dinamika yang ada, mencintai dan menjaga kelestarian laut dan pantai beserta berbagai kekayaan yang dikandungnya, mampu memanfaatkan berbagai potensi kelautan yang ada untuk kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat serta menjadikan laut sebagai masa depan.

“Kalau ada lagu nenek moyangku seorang pelaut, maka darah dan jiwa bahari bukan hanya ada pada nenek moyang yang akhirnya hanya menjadi cerita atau untaian lirik lagu, melainkan kita dan anak cucu kita nantinya juga adalah seorang pelaut atau bangsa bahari yang besar,” pungkasnya. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
blake blossom vic marie debbie does to dallas xnxxteen.work big blck booty porn ane wa yanmama junyuu-chuu, hot porn step mom bridgette b full videos teenporn.work buggest boobs in the world snap chat porn acc, porn student and teacher game of thrones sex scene xnnx.work xnx c o m mom gets a cream pie
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?