Connect with us

Bitung

Lapak “Liar” Pasar Cita Ditertibkan, Ada Pedagang Punya 7 Lapak, Tapi..

Dimuat

pada

Penertiban Pasar Cita Kota Bitung, Kamis (09/09/2021).

BITUNG–Pihak Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Kota Bitung kembali menertibkan sejumlah lapak pedagang dan bangunan liar di Pasar Cita, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kamis (10/09/2021).

Penertiban itu dilakukan Perumda Pasar bersama Personil Polsek Maesa, dan Satpol PP, dengan tujuan untuk menata kembali pedagang atau pun fasilitas di Pasar Cita.

“Jadi kita lakukan penertiban di dua tempat. Di kompleks kanopi pusat kota dan Pasar Cita,” ujar Kepala Unit Pasar Cita Kota Bitung, Dewi Mamonto.

Menurut Dewi, sebelum adanya penertiban itu pihaknya sudah lebih dulu memberikan surat pemberitahuan kepada para pedagang-pedagang yang membuka lapak tidak pada tempat yang seharsunya. Namun kata dia, surat pemberitahuan itu tak diindahakn sehingga pihaknya harus turun langsung melakukan penertiban tersebut.

“Perumda Pasar Bitung sudah mengeluarkan surat pemberitahuan pada tanggal 20 Agustus 2021 lalu. Dimana ada sekitar 35 lapak yang akan kita tertibkan. Namun, ternyata surat itu tak dihiraukan para pedagang. Karena itu kami turun langsung dan menertibkan lapak-lapak dan bangunan liar dari para pedagang ini,” ujarnya.

Lanjut Dewi, penertiban juga dilakukan kepada para pedagang pengguna lapak yang kurun waktu tiga bulan ini tidak melakukan kegiatan berdagang.

“Kita juga tertibkan bangunan liar yang dibangun sendiri oleh para pedagang. Pun dalam penertiban itu kita dapati ada sejumlah pedagang yang memiliki lapak lebih dari satu. Bahkan ada yang sampai tujuh lapak. Sementara hanya dua lapak yang difungsikan untuk berjualan. Parahnya lagi dari tujuh lapak itu pemilik hanya membayar retribusi satu lapak,” bebernya.

Dia juga mengaku miris dan kasihan kepada para pedagang lain yang ingin menggunakan lapak berjualan tapi tidak bisa. Karena kata dia, lapak-lapak itu sudah digunakan oknum-oknum pedagang nakal.

“Intinya kesemrautan Pasar Cita ini akan kita hilangkan. Mulai dari pengelolaannya hingga mengatur para pedagang agar bisa berjualan sesuai dengan penataan yang telah ditetapkan. Kalau hal ini tidak ditertibkan maka ini sangat merugikan pemerintah Kota Bitung,” jelasnya.

Dewi menerangkan dalam penertiban itu berjalan aman dan tertib. Bahkan kata dia, saat penertiban dilakukan para pedagang dengan sukarela menyerahkan semuanya kepada Perumda Pasar Kota Bitung.

“Penertiban berjalan aman dan lancar. Para pedangan mengerti jika yang kita lakukan ini untuk kepentingan bersama dan tentunnya untuk kesejahteraan para pedagang,” ungkapnya.

Dewi juga menerangkan, pengelolaan Pasar Cita yang sebelumnya ditangani Dinas Perdagangan Kota Bitung kini telah dialihkan ke Perumda Pasar dan sepenunhya pengelolaannya menjadi kewenaganan Permuda Pasar Kota Bitung.

“Saat ini Pasar Cita adalah tanggubjawab Perumda Pasar,” tutupnya.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?