Connect with us

Bitung

Lapor Polisi Karena Merasa Terhina Sebagai Wartawan, Resa Lumanu Punya Jejak Digital Dukung Paslon Kalah?

Dimuat

pada

Resa Lumanu (Tidak Diblur)

BITUNG–Resa Rein Lumanu salah satu oknum yang katanya wartawan namun belum pernah terverikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Dewan Pers ini mendatangi Mako Polres Bitung, pekan lalu.

Pasalnya, kedatangan Resa ke Polres Bitung itu untuk melaporkan akun bernama Putra Mandolokang dengan tuduhan telah mempelesetkan dan menghina karya jurnalisnya.
Berbagai media online lokal maupun nasional memberitakan persoalannya ini hingga menjadi viral.
Bahkan, dilansir dari beberapa media online nama Resa Lumanu ramai dibahas karena menjadi korban bullying.

Tak tangung-tanggung, Pimpinan Redaksi Resa Lumanu pun sampai angkat suara terkait kasus yang menyeret jurnalisnya itu.

Seperti dikutip dari media online Suluttimes.com yang dipublish pada tanggal 23 Mei 2021 dengan judul “Tindakan Doxing Dialami Resa Upaya Menggangu Pekerjaan Jurnalis” itu. Membuat Pimpinan Redaksi Resa yakni, M Helmi Romdhoni mengeluarkan pernyataan tegas membantah jika apa yang dituduhkan kepada wartawannya (Resa Lumanu, Red) meminta kontrak kepada Wali Kota Bitung adalah kabar hoax dan termasuk doxing serta bullying.

“Yang beredar di media sosial jelas hoax, akun Facebook Putra Mandolokang yang menyebarkan jelas melakukan proses editing atas posting berita yang telah terbit,dan mengganti dengan judul yang menyudutkan jurnalis kami,” jelas Helmi pada minggu 23 mei 2021, seperti dilansir dari Suluttimes.com.
Bahkan dalam press releasenya itu, Helmi mengatakan jika kemerdekaan pers direndahkan karena masih ada oknum yang menyudutkan dan menjatuhkan profesi jurnalis.
Bukan hanya itu, Helmi dengan sangat yakin dan percaya diri menuturkan jika wartawannya hanya melaksanakan kegiatan jurnalistik sesuai kaidah yang berlaku, yakni UU Pers, kode etik jurnalistik, dan pedoman media siber atas dasar kebenaran dan keadilan.
Dimana kata dia, medianya tidak pernah terlibat dalam politik praktis dan kegiatan-kegiatan turunannya. Tindakan doxing yang dialami Resa kata dia, adalah upaya-upaya mengganggu kerja jurnalistik.

Namun faktanya berbanding terbalik. Setelah di telusuri, Resa Lumanu yang katanya jurnalis ini kabarnya memiliki jejak digital pada Pilkada 2020 lalu.
Dimana Resa kuat dugaan adalah simpatisan dan masuk dalam tim pemenangan salah satu Paslon yang tumbang pada Pilkada 2020 lalu yakni paslon MJL-MDT.

Hal ini makin diperkuat dengan beberapa dokumen berupa foto terlihat Resa mengenakan salah satu seragam yang identik dengan salah satu Paslon. Bahkan tak tanggung-tangung menunjukan dukungan dengan mengangkat satu jari telunjung seperti nomor urut paslon MJL-MDT.

Sementara itu, Resa sendiri saat dimintai tanggapan terkait pernyataan pimpinanya tidak pernah terlibat politik praktis. Serta disingung dirinya termasuk simpatisan atau masuk dalam tim pemengan MJL-MDT karena terlihat berfoto menggunakan seragam MDT dan menunjukan dukungan. Resa memilih tidak berkomentar banyak.

“Bro silahkan tanyakan ke Pemred. Karena Bro tanya statmen Pemred. Tnks. Intinya ngana tau torang sama,” jawab Reza saat dikonfirmasi via Whatsapp, Senin (24/05/2021).

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?