Connect with us

Kepulauan Talaud

Lelaki Paru Baya Asal Desa Malat Utara Meregang Nyawa Usai Minum ‘Spontan’, Ternyata Ini Penyebabnya

Dimuat

pada

Kejadian bunuh diri di Desa Malat Utara pada Senin (28/6/2021) sekira pukul 08.30 wita. Korban MS yang tergeletak di TKP. //foto: hmspolres.

MALAT – Lagi-lagi peristiwa bunuh diri kembali menggemparkan Tanah Porodisa. Kejadian ini terjadi tepatnya di Desa Malat Utara Kecamatan Gemeh pada Senin (28/6/2021) sekira pukul 08.30 wita.

Sejumlah warga yang ada di Desa Malat Utara dikejutkan dengan kabar seorang lelaki paru baya inisial MP alias Musa (52) mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun jenis Spontan.

Diketahui bahwa MP alias Musa yang berprofesi sebagai petani ini ditemukan oleh salah satu warga yang hendak pulang dari kebun. Kapolsek Gemeh Ipda Christian Mewengkang, SH menjelaskan bahwa kronologis kejadian berawal pada Senin (28/6/2021) pukul 08.30 wita.

Saat itu saksi yang baru berusia 12 tahun yaitu OT alias Ofnais berjalan hendak pulang dari kebun menuju ke rumahnya. Kemudian dirinya melihat korban MP sudah tergeletak di pinggir jalan dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Melihat hal tersebut lelaki OT langsung bergegas mencari warga untuk menyampaikan bahwa korban sedang tergeletak di pinggir jalan tepatnya di kebun milik salah satu warga yakni DW.

Saat dirinya mencari pertolongan, ia bertemu dengan lelaki ST alias Stenli yang berada tidak jauh dari kebun dimana korban tergeletak, kemudian Stenli pun mengecek korban keadaan korban yang telah mengeluarkan busa dari mulut dan sudah tak bernyawa.

Sementara itu saksi lainnya yakni RM alias Rut (72) yang merupakan ibu dari korban menerangkan bahwa pada (26 Juni-red) pukul 21.00 wita, MP datang ke rumahnya dalam keadaan mabuk. Kemudian korban dan orang tuanya ini terlibat berselisih paham mengenai barang yang dititip dirumah ibunya. Korban mengatakan bahwa tidak usah menerima barang yang dititipkan orang dirumah (nda usah ja trima orang mo titip barang di rumah) begitu kata si korban. Namun RM yang dalam kondisi sakit saat itu langsung pergi tidur sehingga tidak menghiraukan perkataan korban. Melihat hal itu, MP pun langsung pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah orangtuanya.

Sementara itu menurut penuturan sang istri KS alias Katrin (52) menerangkan bahwa saat dirinya sedang berada di rumahnya, korban tiba-tiba datang dalam keadaan mabuk dan berkata kepadanya “lebe bae mati jo kita” dan korban sempat memukul anaknya sehingga KS langsung menahan korban.

Sekira pukul 22.00 wita, anak korban mengatakan kepada ibunya bahwa ayahnya telah meminum racun “papa ada minum racun”. Pada saat itu sang istri melihat bahwa suaminya sedang memegang botol racun spontan dan langsung merampas racun tersebut dan membuangnya. Kemudian KS langsung melapor ke tetangga dengan berkata ‘pigi lia.. akang papa klin ada minum racun’. Selanjutnya ia langsung menuju ke rumah Kepala Suku, namun sesampainya di sana Kepala Suku sudah tidur.

Pada saat saksi KS sampai di rumah MS sudah tidak berada di rumah. Sehingga dirinya dan tetangganya langsung pergi mencari suaminya namun sampai pukul 01.00 wita tidak ditemukan. Dan pada pukul 08.40 wita ia terkejut dengan informasi yang diberitahukan oleh OM bahwa MS ditemukan tergeletak di pinggir jalan dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Mendengar penuturan dari warga, pihak Kepolisian Sektor Gemeh langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mencari keterangan para saksi, dan melihat kondisi korban serta membuat berita acara penolakan otopsi dari pihak keluarga.

Kapolsek Gemeh Ipda Christian Mewengkang SH mengatakan bahwa penyebab korban menegak racun Spontan tersebut karena korban dalam keadaan mabuk dan juga terjadi selisih paham antara korban dengan orang tuanya.

“Dari hasil penyelidikan, diduga penyebab korban sehingga meminum racun jenis spontan karena korban dalam keadaan mabuk dan terjadi selisi paham antara korban dengan orang tuanya,” ungkap Mewengkang. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?