Connect with us

Minahasa Tenggara

Masih ‘Sakti’, Mafia Tambang Alason Tetap Nekat

Dimuat

pada

KUMABAL: kawasan Alason yang masih saja jadi primadona orang berduit

RATATOTOK –   Aktifitas pertambangan di kawasan Alason sepertinya sudah sangat sulit sekali dibendung. Meski berkali-kali aparat kepolisian plus TNI AD bersama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan aksi penertiban terhadap perusahan tambang illegal, namun tak menyurutkan niat para pengusaha untuk melakukan penggalian tambang.

Ironisnya pula  para pemilik modal ini secara terang-terangan  menggunakan alat berat di lokasi tersebut.

Dari pantauan wartawan media ini, kini muncul modus baru yakni melakukan aktifitas pertambangan dimalam hari untuk mengelabui aparat keamanan.

Tak pelak dengan adanya aksi tersebut kontan saja langsung memunculkan reaksi dari kalangan masyarakat yang mengajukan sikap protes aksi aksi pertambangan illegal tersebut. “ Kami minta agar aparat perketat pengawasan dan tertibkan pengusaha-pengusaha nakal  yang suka tabrak aturan,” ujar beberapa warga sambil meminta agar nama mereka tidak disebutkan.

Kritikan pedas juga dilontarkan  oleh kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Independen Bersama Azaz Rakyat (KIBAR) kabupaten Mitra. Menurut Ketua Bidang Investigasi Romel Wullur mengatakan  wadah organisasi ini tidak akan tinggal diam. Mereka juga  akan turun membantu pemerintah dalam memantau aktifitas tersebut. Apalagi sebelumnya sudah ada action dari aparat Polres Mitra yang sudah melakukan penertiban.

“Ini bukan hanya tugas Pemerintah, masyarakat yang merasa terganggu dan terancam akan bahaya lingkungan juga harus ambil bagian dalam melakukan pemantauan,” ujar Romel  

KIBAR pun berharap agar penangan masalah ini  harus lebih serius ditangani aparat yang berwajib. “Terlebih investor dari luar daerah yang hanya merampas kekayaan alam di Minahasa tenggara,” tututpnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungn Hidup Muchtar Wantasen Pemkab Mitra ketika diwawancarai mengatakan  pemerintah tak akan tinggal diam dengan masalah tersebut. Dimana pihaknya akan kembali turun lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan sesuai dengan tugas pokok (tupoksi).

 “Jadi, tetap kita akan turun kembali untuk evaluasi, sejauh mana efektifitas terkait penertiban kemarin, baru kita akan tindak lanjuti itu,” ujar Wantasen.

Dikatakannya pula pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan asisten II untuk menjadwalkan kembali  turun lapangan untuk melakukan penertiban bila masih ada katifitas pertambangan di kawasan tersebut. “ Pemerintah pasti tidak akan tinggal diam dengan persoalan ini. Kita akan turun lagi ke lokasi untuk melakukan pemantauan,” tegasnya. (Royke)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?