Connect with us

Bitung

Masuk PETI Pinasungkulan Diperketat, Wajib Rapid Test Antigen

Dimuat

pada

Para penambang dilakukan rapid tes antigen

BITUNG—Setiap orang yang datang ke lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Pinasungkulan diperketat. 

Para pendatang atau pun penambang diwajibkan untuk menyertakan surat rapid test antigen kepada petugas di wilayah tersebut. 

Bukan hanya itu, aparat pemerintah Kelurahan Pinasungkulan dan Polsek Ranowulu juga telah berkerjasama membuat semacam pos untuk melakukan rapid test kepada setiap penambanh yang datang. 

Lurah Pinasungkulan, Fransiska Komaling saat dikonfirmasi membenarkan jika saat ini pendatang yang akan ke lokasi PETI wajib di rapid test antigen atau menyertakan suratnya. 

“Wajib menyertakan surat rapid test antigen. Jika tidak maka kita akan rapid test terlebih dulu sebelum ke lokasi pertambangan. Selain itu ada petugas juga berkeliling menyambangi para penambang untuk dilakukan rapid test antigen secara kontinyu,” ujar Fransiska Komaling, Minggu (04/04/2021).

Fransiska menambahkan, jika ada yang reaktif. Maka kata dia, pihaknya bersama petugas kesehatan akan langsung membawa yang bersangkutan ke rumah isolasi di Rusun Sagerat untuk mendapatakan penanganan lanjutan. 

“Rapid test antigen diwajibkan dan menjadi SOP bagi para penambang untuk mencegah penularan covid-19 di lokasi PETI. Apabila ada yang reaktif kita langsung tindaklanjuti dibawa ke rumah isolasi,” tegasnya. 

Sementara itu, Kapolsek Ranowulu, Iptu Andri Salmon membenarkan soal kewajiban rapid test antigen bagi para penambang. Tindakan itu kata dia, dalam hal untuk mencegah penyebaran virus covid-19. 

“Ini kita lakukan. Mengingat Bitung saat ini sudah kembali pada zona orange penyebaran covid-19. Langkah antispasi ini wajib dilakukan agar virus ini tidak semakin menyebar. Dan sesuai kesepakatan bersama para penambang kita lakukan rapid test antigen atau menyertakan surat rapid itu kepada kita,” terangnya. 

Lanjut  Kapolsek, menambahkan saat ini jumlah penambang di lokasi PETI semakin berkurang setiap harinya. Hal itu dikarenakana kata dia, kadar emas rendah dan biyaya operasional lebih banyak ketimbang penghasilannya. 

“Saat ini para penambang mulai berkurang setiap harinya. Maka dari itu kami dan para petugas medis semkain mudah untuk melakukan rapid test antigen kepada mereka. Kami berharap ini bisa dipatuhi agar kita bisa terhindar dari virus covid-19 ini,” pungkasnya. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?