Connect with us

Bitung

Max Lomban Mulai “Manimpang”, Persiapan Angkat Koper dari Rudis Walikota Tinggalkan Bitung

Dimuat

pada

Kabag Umum Theo Rorong

BITUNG—Wali Kota Bitung Max J Lomban dan istrinya Khouni Lomban Rawung kabarnya sudah mulai ‘Manimpang’ alias berkemas dalam rangka persiapan angkat kaki keluar dari rumah dinas (Rudis), Walikota Bitung.  

Hal itu dikarenakan jabatan Max J Lomban sebagai orang nomor satu di Kota Bitung  akan segera berakhir yakni, pada 30 Maret 2021 mendatang. 

Mau tidak mau Max yang dijuluki Wali Kota ‘Pambae’ ini harus angkat koper dan keluar dari rudis yang dia tempati hampir selama lima tahun itu. 

Kepala Bagian Umum Pemkot Bitung, Theo Rorong saat dikonfirmasi perihal ‘Manyimpang’ barang tersebut tidak sedikit pun menampik kebenaran kabar itu. 

Bahkan Theo juga mengatakan, untuk seragam Wali Kota Bitung dan Wakil Walikota Bitung yang baru sudah disedikan. 

Sedangkan untuk barang dan aset yang ada di rudis atau pun yang masih dipakai oleh Max J Lomban dan Maurits Mantiri saat ini pihaknya sudah melakukan inventarisir pada setiap barang dan aset tersebut. 

“Karena saat ini keduanya masih menempati rudis. Makanya kami baru melakukan inventarisir terhadap barang dan aset yang ada di rudis maupun diruang kerja kedunya” ujar Theo, Rabu (03/03/2021). 

Menurut Theo, hal ini dilakukan agar ketika masa jabatan Max J Lomban dan Maurits berakhir. Pihaknya bisa mengetahui barang atau aset apa saja yang bisa dibawa serta yang harus ditinggalkan. 

“Untuk aset dan barang milik pribadi atau yang sudah dihapuskan bisa dibawa pulang. Tentunya aset atau barang yang bisa dibawa pulang itu sudah dibayar dan tentunya sudah melewati prosedur dan mekansime yang ada. Tapi kalau itu masih aset atau barang milik pemerintah daerah harus ditinggalkan dan tidak bisa dibawa pulang oleh pak wali atau pak wakil,” ungkapnya. 

“Sedangkan untuk pak Wakil Maurits kan hanya pindah Rudis saja. Jadi barang-barang pribadinya bisa langsung dibawa ke rudis walikota. Nah, tujuannya kita melakukan inventarisir ini juga supya bisa mengetahui apa saja barang atau aset yang harus kita ganti atau kita tambah pada kepemimpinan yang baru,” tambahnya. 

Theo saat disingung lebih jauh bagaimana jika  aset atau barang milik pemerintah daerah, kemudian sengaja atau pun tidak sengaja dibawa pulang oleh Wali Kota Bitung Max J Lomban atau Maurits Mantiri. Dia menyakinkan hal itu tidak akan terjadi. 

“Kan kita ada data. Dan semua itu sudah diinventarisir. Tidak mungkinlah pak wali atau keluarganya membawa barang yang bukan milik pribadi. Begitu juga dengan pak wakil. Kita juga sudah menyampaikan kepada keduanya soal barang dan aset yang bisa dibawa pulang maupun yang tidak. Ketika sudah keluar rudis pun kita akan cek lagi,”jelas Theo. 

Theo menambahkan, Max J Lomban maupun Maurits Mantiri paling lambat tangga 30 Maret harus sudah keluar dari rudis masing-masing. 

“Kalaupun lewat. Pasti hanya rentan waktu 1 atau dua hari saja untuk mengangkat barang. Tapi saya yakin, pak wali maupun pak wakil saat ini sudah mulai mengatur ngatur barang. Atau istilahnya mulai ‘manimpang’. Kalau pak wakil sih tinggal pindah ke rudisnya wali kota. Sedangkan pak wali kan sudah musti keluar dari sini. Tapi kita sudah berikan semua datanya. Jadi keduanya tinggal meihat. Mana yang milik pribadi dan mana yang milik pemkot  Bitung. Kalau didata pemkot tidak ada. Berarti itu milik pribadi,” pungkasnya.

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?