Connect with us

Kepulauan Talaud

Cuaca Ekstrim! Tim DKPP Kabupaten Talaud ‘Tembus’ ke Kecamatan Kalongan Demi Hal Ini

Dimuat

pada

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud Drs Melksion Saweduling MM, ME dalam agenda kerjanya di Kecamatan Kalongan. //foto: am

KALONGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud terus meningkatkan kinerjanya meski ditengah cuaca yang saat ini sedang terjadi di Talaud akibat Badai Siklon Tropis yang juga disebut dengan ‘Typhoon Surigae’.

Meskipun telah diperingatkan melalui siaran resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan situasi yang bakalan terjadi pada Senin (19/04/2021) kemarin, namun hal tersebut tak menyurutkan semangat dari Tim DKPP untuk berjumpa dengan para petani yang ada di wilayah Kecamatan Kalongan.

Dengan menggunakan Speed Boat, Tim DKPP menyeberangi laut untuk sampai di lokasi kegiatan. Setibanya di pantai Alude, Tim DKPP disambut secara adat oleh para Tua Adat dan juga Pemerintah Desa Alude yang diwakili oleh Kepala Desa Alude. Selanjutnya menuju ke lokasi kegiatan pelaksanaan Pengukuhan Poktan yang dirangkaikan dengan Pencanangan Gentaja 2021 se Kecamatan Kalongan.

Kegiatan yang diawali dengan laporan singkat dari Camat Kalongan P O Taarelluan, S.IP, MM bahwa jumlah Kelompok Tani (Poktan) yang dikukuhkan di wilayahnya kali ini ada 55 Poktan yang terdiri dari 12 Poktan Kelas Lanjut dan 43 Poktan Kelas Pemula.”Ini merupakan tindak lanjut program Gerakan Tanam Jagung (Gentaja). Total luasan lahan se Kecamatan Kalongan adalah seluas 10,75 Ha, sementara untuk Kartu Tani yang akan disalurkan sebanyak 310,” ujar Camat Kalongan.

Dalam sambutannya, Kadis DKPP Drs Melksion Saweduling, MM, ME kembali mengajak kelompok tani untuk bersinergi mendukung program pemerintah dan menjadi petani yang mandiri dengan mengembangkan potensi pertanian yang ada.

“Jadilah petani zaman now. Berdayakan semua komoditi tanaman pangan dan perkebunan dengan sentuhan teknologi dan ilmu pengetahuan, karena sistem atau cara bertani sekarang tidak lagi sama dengan zaman orang tua kita dahulu yang sepenuhnya hanya mengandalkan alam saja. Petani harus proaktif mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi,” ucap Saweduling.

Kegiatan yang dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini didalamnya juga terus memberikan motivasi kepada petani untuk tetap belajar dari pengalaman sebelumnya pada waktu gagal panen.

“Tekad kita optimis harus berhasil dengan Gentaja, kalau hari rabu (14 April-red) Bapak Bupati melalui Wabup Drs Moktar A Parapaga sudah meluncurkan eksport hasil perikanan ke Australia, maka progres kedepan akan menyusul harus ada produk pertanian yaitu jagung yang kita eksport ke luar negeri,” pungkasnya. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?