Connect with us

Olahraga & Kesehatan

Menanti Panzer Mengamuk di Grup Neraka

Dimuat

pada

Tergabung di grup neraka bersama Prancis, Portugal dan kuda hitam Hungaria, kans Timnas Jerman yang kembali mengusung misi untuk menjadi kampiun eropa dinilai sangat berat.

Namun menilik pada megahnya skuad yang dibawa Joachim Loew ke ajang Euro 2020, seharusnya Der Panzer bisa mengamuk dan menghancurkan prediksi yang kurang menggulkan mereka.

Apalagi, pentas Euro 2020 disebut menjadi akhir riwayat kebersamaan Loew bersama Timnas Jerman yang perlu dilalui dengan cerita manis lewat persembahan gelar juara.

Mampukah Jerman kembali ke kasta sejatinya sebagai salah satu raksasa paling ditakuti di benua biru?

Ulasan : Fredi Saripi 

 

Dua bintang Chelsea, Kai Havertz dan Timo Werner saat membawa Jerman hancurkan Latvia. (foto:goal.com)

GAMBARAN SINGKAT

Sama seperti favorit juara Prancis, Jerman juga memiliki kedalaman skuad yang merata serta menakutkan di semua lini.

Apalagi, di tim ini bercokol 4 pemain yang menjadi pilar utama finalis Liga Champions, masing-masing Ilkay Gundogan (Manchester City) serta Antonio Rudigier, Kai Havertz dan Timo Werner (Chelsea).

Jika mendapatkan peran yang sama seperti di level klub masing-masing, ledakan amunisi sekelas Gundogan, Havertz dan Werner bakal sangat dahsyat sebagaimana mereka tunjukan di Liga Champions.

Ditambah lagi Jerman masih memiliki amunisi jitu lainnya di lini tengah bernama Toni Kroos yang sarat pengalaman, prestasi serta kreatif dalam membuka peluang kemenangan dari setiap tim yang dibelanya.

Di lini serang, Jerman tak hanya akan bergantung pada Havertz dan Werner, mereka juga punya pemain senior Thomas Muller, yang saat ini menjadi penyerang dengan torehan gol terbanyak.    

Di lini belakang, Loew perlu untuk member kepercayaan lebih kepada Rudigier yang sejak ditangani Thomas Tuchel, telah bereinkarnasi menjadi palang pintu kelas dunia.

Lihatlah bagaimana ia memimpin rekan-rekannya di kubu Chelsea saat menahan gempuran para penyerang elite Real Madrid maupun Manchester City pada babak semi final dan final Liga Champions eropa.

Ditambah lagi saat ini, Loew turut menyertakan center bek senior Mats Hummels yang diharapkan mampu member efek ketenangan serta menambah soliditas lini belakang Jerman.

Kokoh dalam bertahan, kreatif di lini tengah dan mengerikan di lini depan.

Demikian gambaran skuad terkini milik Jerman yang seharusnya tak bakal terombang-ambing dalam pusaran gelombang persaingan grup neraka dan cukup mumpuni untuk melangkah jauh bahkan hingga ke tangga juara.

Bukti kedahsyatan Jerman paling anyar terjadi 4 hari lalu, saat Muller cs mengobrak-abrik Latvia dengan 7 buah gol, dimana nama-nama yang telah disebutkan benar-benar mengamuk dan ikut andil dalam pesta kemenangan ini.

BEDAH STRATEGI

Euro 2020 wajib dijadikan panggung pembuktian lanjutan kualitas tim Jerman yang tampil perkasa selama babak kualifikasi, dimana tim ini lolos ke putaran final dengan status juara grup, bahkan menjadi tim paling produktif dengan torehan 30 gol.  

Total, mereka meraih tujuh kemenangan dan hanya sekali merasakan kekalahan.

Tergabung di Grup C, skuad arahan Joachim Loew itu mampu mengalahkan tim kuat sekelas Belanda dengan skor 2-3, termasuk pesta gol ke gawang tim semenjana seperti Belarusia, Estonia dan Irlandia Utara.

Untuk gelaran Euro 2020, Jerman berada di Grup F bersama dua tim besar benua biru yakni Prancis serta Portugal, plus satu tim kuda hitam yang mungkin bakal buat kejutan, Hungaria.

Sebagai informasi, Jerman sendiri sudah cukup lama tak jadi kampiun di kompetisi Euro. Tercatat, terakhir kali Der Panzer jadi juara Euro terjadi pada edisi 1996 atau sekitar 25 tahun silam.

Pada ajang Euro 2020, Jerman diprediksi bakal tampil habis-habisan, mengingat turnamen ini merupakan kesempatan terakhir Loew menukangi Muller cs.

Dikabarkan sejumlah media terkemuka,  pasca gelaran Euro 2020 federasi sepak bola Jerman akan resmi mengumumkan Hansi Flick sebagai pelatih baru menggantikan Loew.

Melihat dari daftar 26 pemain yang dibawa Joachim Loew, tampaknya Timnas Jerman bakal kembali menggunakan taktik 4-2-3-1 yang bisa beradaptasi jadi 4-3-3 saat menyerang.

Di posisi penjaga gawang, jelas Manuel Neuer akan jadi tumpuan. Sementara empat bek didepannya, kemungkinan akan diisi Robin Gosens, Mats Hummels, Antonio Rüdiger serta Matthias Ginter.

Menarik dinanti duet Mats Hummels dan Antonio Rüdiger sebagai center back. Sama-sama memiliki postur tubuh kekar, keduanya diprediksi bakal jadi tembok rapat pertahanan Timnas Jerman.

Sementara Ginter dan Gosens bertipikal bek sayap cepat serta memiliki mobilitas tinggi saat bertahan maupun menyerang.

Selain Gosens dan Ginter, tim ini juga masih memiliki Lukas Klostermann dan Marcel Halstenberg yang kurang lebih bertipikal serupa.

Sementara di posisi dua holding midfielder, ada Joshua Kimmich serta Toni Kroos yang layak dapat tempat utama. Dua pemain ini bakal jalankan peran berbeda meski berada di pos serupa.

Kimmich akan lebih banyak bertahan dan bertugas memutus aliran bola, sementra Kross jadi deep playmaker yang bertugas sebagai otak permainan dan pemberi umpan ke lini serang.

Jika duo Kroos-Kimmich macet, Loew masih punya pilihan lain dalam diri Leon Goretzka, pemain box-to-box yang memiliki daya juang tinggi, tenang saat membantu pertahanan dan meledak-ledak khas pemain Jerman saat ikut membantu serangan. 

Untuk lini serang, Loew punya banyak pilihan. Mulai dari Serge Gnabry, Leroy Sané, Gündoğan dan Havertz adalah deret gelandang yang mampu berperan sebagai attacking midfielder hingga shadow striker.

Catatan lain yang menjadi keistimewaan dari para gelandang yang telah disebutkan adalah kecepatan serta cutting inside sekaligus menjadi senjata mematikan Jerman.

KELEMAHAN

Satu-satu lubang yang menjadi kelemahan Jerman adalah produktivitas deret ujung tombak seperti Werner dan Kevin Volland yang belum teruji di level tim nasional.

Inilah yang menjadi salah satu alasan pemanggilan Muller yang memiliki jam terbang tinggi dan produktivitas lebih baik bagi timnas untuk memutus rantai kemandulan para penyerang yang ada saat ini.

PEMAIN KUNCI

Toni Kroos. foto: Lars Baron/Getty Images

Jerman memiliki banyak pemain muda bertalenta saat ini, namun dilihat dari daftar skuad yang dipanggil Loew, namun sorot utama dalam setiap laga yang akan dimainkan bakal tertuju pada sosok Toni Kroos.

Gelandang senior Real Madrid dipastikan jadi tumpuan Der Panzer dalam membangun serangan tim, menjadi pengalir bola antar lini, serta pemberi ketenangan bagi para pemain muda.

Ditambah lagi, Kroos menjadi salah satu pemain paling senior dan punya pengalaman paling banyak bersama Timnas Jerman. Tak heran, jika kehadiran Toni Kroos bakal jadi penentu kemenangan pada Euro nanti.

Sepanjang musim 20/21, performa Toni Kroos terbilang cukup stabil meski usianya tak lagi muda. Total, pemain berusia 31 tahun tersebut telah tampil sebanyak 42 pertandingan dengan torehan tiga gol serta 12 assists di semua kompetisi buat Real Madrid.

Sementara bersama Timnas Jerman, ia telah mengecap 101 laga dengan torehan 17 gol serta memberikan 19 assists di semua ajang buat Jerman.

PREDIKSI DI EURO 2020

Sayangnya, meski punya materi gemerlap, banyak yang meragukan kans Jerman untuk bisa juara.

Bahkan sangat banyak prediksi yang menyebut potensi Jerman angkat kaki lebih cepat di babak penyisihan grup.

Prediksi-prediksi negative ini bersumber pada fakta, Jerman tergabung di grup neraka bersama sang juara bertahan Portugal dan juara dunia dua tahun lalu Prancis. 

Bayangkan jika Jerman bertemu dengan Portugal yang memiliki duet Cristiano Ronaldo serta Bruno Fernandes, atau Perancis dengan trio Griezmann, Mbappe dan Benzema.

Bagaimana tanggapan para pembaca sekalian?, tuliskan pendapat anda di kolom komentar. (fed/theguardian.com)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?