Connect with us

Bitung

Meylinda Salindeho Akui Pernah Ambil Langsung Uang Dari Cek Giro Dana BOS

Dimuat

pada

Meylinda Salindeho

BITUNG—Sekretaris Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan (Dikbud) Kota Bitung, Meylinda Salndeho mengaku pernah mengambil langsung anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Cek Giro salah satu kepala sekolah (Kepsek). 

Hal ini ini disampaikan Meylinda untuk meluruskan terkait informasi yang beredar, jika dirinya menerima transferan sejumlah uang langsung dari rekening BOS. 

“Kalau terkait dengan info saya menerima uang langsung dari rekening BOS ke rekening saya itu tidak benar. Yang benar itu, saya ambil uang langsung ke Bank Sulut dengan menggunakan cek Giro yang sudah ditandatangi diatas materai oleh kepsek dengan nominal Rp 12 juta. Selain cek giro juga saya membawa KTP kepsek dan KTP bendahara sebagai syarat supaya saya bisa mengambil uang dari cek itu,” ungkap Mylinda, Senin (22/03/2021). 

Menurutnya, hal itu terjadi karena salah satu kepsek pada awalnya meminta bantuannya melalui pesan Whatsapp agar mencarikan pinjaman uang untuk membuat tempat cuci tangan di sekolah. 

“Ini Kepsek SD GMIM Winenet. Itu tanggal 05 Mei dan saya tarik BOS nya itu pada Bulan Juli. Begini bunyi pesan Whatsapp yang dikirimkan ke saya. “Selamat siang ibu Sek. Minta maaf ba ganggu. Minta tolong pinjam doi mo bekeng tempat cuci tangan di sekolah. So abis modal. Maaf ne bu cuma lewat WA,” beber Meylinda membacakan pesan Whatsapp dari kepsek. 

Meylinda menambahkan, alasan kepsek meminta tolong kepadanya karena sih kepsek sebelumnya sudah ada pinjaman ke rentenir. 

“Sebelumnya dia sudah ada pinjaman ke rentenir Rp 28 juta atau Rp 38 juta. Jadi sih rentenir ini tidak memberikan pinjaman lagi. Kemudian si kepsek ini datang ke saya. Jadi saya telpon sih rentenir ini. Agar dia mau meminjamkan uang atas nama saya. Saya sampaikan agar pinjamkan Rp 12 juta. Sih rentenir ini cepat sekali memberikan uang itu. Dan saya langsung berikan ke ke Kepsek. Saya hanya tanya jaminannya apa? Kepsek ini menjawab saya kasih cek giro saja,” beber Meylinda. 

Lanjut Meylinda, setelah pada Bulan Juli dirinya kemudian mendatangi Bank Sulut untuk mengambil uang melalui cek giro yang sebelumnya diberikan kepsek kepadanya. 

“Dan cek giro itu sudah ditandantangan diatas materai. Kepsek kemudian berikan KTP nya dan bendaharanya. Kemudian di cap. Kalau giro kan siapa saja bisa ambil asal sudah cap. Jadi saya ambil uang di bank dengan cek giro tadi. Buktinya masih ada, kwitansi dan chat WA. Dan sudah saya tunjukan ke Kejaksaan. Tidak ada transfer yang betul saya yang tarik. Dia kan sudah kasih cek dan sudah ada juga tandatangan kepsek. Itu kan sama seperti rekanan,” ungkapnya. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?