Connect with us

Bitung

Meylinda Salindeho Beber Miliki Bukti Kepsek Gadaikan Buku BOS ke Rentenir

Dimuat

pada

Meylinda Salindeho

BITUNG— Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bitung, Meylinda Salindeho membeberkan jika dirinya memiliki bukti terkait dengan adanya sejumlah oknum Kepala Sekolah (Kepsek) yang berani mengadaikan buku Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau cek giro ke rententir. 

Meylinda kepada sejumlah awak media ini mengakui jika dirinya tidak pernah meminta uang kepada kepsek. Malahan kata dia, dirinya yang sering membantu para kepsek agar dipinjamkan uang jika diperlukan. 

“Bukan saya yang minta uang. Malah saya yang menjadi jaminan untuk para kepsek mendapatkan uang dari rentenir. Saya yang sering bantu jika ada kepsek yang ingin pinjam uang. Saya yang langsung menghubungi para rentenir untuk meminjam uang kepada mereka atas nama saya. Padahal uang itu yang pakai para kepsek yang saya tolong,” kata Meylinda, Senin (22/03/2021). 

Meylinda menambahkan, dirinya merasa kesal dengan “nyayian” para kepsek terkait dengan kasus ini. Bahkan dia mengatakan, semakin para kepsek “menyanyi” dia semakin ingat apa yang sebenarnya terjadi. Pun, dia mengaku tahu persis permainan didalam. 

“Siapa saja bisa meminjam kepada rentenir ini. Mau kepsek atau guru-guru boleh. Asalkan ada jaminan. Seperti sertifikasi atau yang dipercaya seperti saya,” beber Meylinda. 

Lanjutnya mengaku, Ada dua kepsek yang pergunakan namanya untuk meminjam uang ke rentenir. 

“Saya tukang pinjam. Jadi kalau mereka tidak ganti saya yang ganti,” ungkapnya. 

Tak hanya itu, Meylinda juga menuturkan jika admin rentenir atau pun sih rentenir itu sendiri sering menghubunginya dan memberitahukan siapa saja kepsek-kepsek yang meminjam uang. 

“Jadi sih rentenir ini hubungi saya melalui WA. Bahkan sampaikan ke saya siapa saja yang pinjam uang ke saya. Jadi ada 16 kepsek yang meminjam uang ke rentenir.  Saya pun mengubungi para kepsek ini untuk mengingakan  kalau sudah cair dana BOS jangan lupa untuk bayar pinjaman ke rentenir,” katanya. 

Tak hanya itu, Meylinda juga membeberkan meskipun anggaran BOS belum cair. Para kepsek ini kata dia sudah mengadaikan buku BOS ke rentenir. 

“Nah, mereka (kepsek, red) tidak tahu kalau saya punya bukti chatingan dengan admin rentenir. Makanya semakin mereka (kepsek, red) salah jawab semakin saya ingat,” bebernya. 

“Contoh BOS Rp 70 juta. Pinjaman sampai Rp 88 juta. Dan chat itu atau buktinya masih saya simpan meskipun saya sudah diblokir sama admin rentenir. Tapi mereka tidak tahu kalau chattingan saya tidak hapus. Dan masih saya simpan dari tahun lalu,” beber Meylinda. 

Menurut Meylinda, jika dana BOS dan pinjaman para kepsek saja bisa TGR. Bagaimana mungkin para kepsek ini kasih uang kepadanya. 

“Jadi mereka saja TGR. Pertanyaannya ada berapa dana BOS mereka sampai mau kasih ke saya,” tanya Meylinda. 

Bukan hanya itu, Meylinda juga mengatakan jika ada tiga kepsek yang tidak dipercaya rentenir. Dan meminta tolong kepadanya uagar dipinjamkan uang oleh rentenir itu. 

“Mereka malah minta tolong ke saya. Dan saya hanya sampaikan ke rentenir jika saya butuh uang jadi tidak usah pakai bunga. Karena kepercayaan rentenir kasih pinjamkan uang itu. Padahal uang ini untuk mereka. Saya kan bekas kepsek jadi saya tahu keadaan mereka. Sampe begitu saya tolong,” ungkapnya sembari mengatakan jika dirinya sakit hati karena “nyayian” para kepsek itu. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?