Connect with us

Kepulauan Talaud

Miliki Prestasi Gemilang Di Lapangan Hijau, Serda Sance Lawita Ternyata Dulunya Anggota Paspampres!

Dimuat

pada

Serda Sance Lawita Putra asli Talaud saat bertugas sebagai Paspampres. Moment saat mengawal Presiden Jokowi. //foto: special.

TALAUD – Kemunculannya dalam pertandingan sepakbola putra antara tim dari Provinsi Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua membuat sosok Referee Serda Sance Lawita yang adalah putra terbaik asal Kabupaten Kepulauan Talaud tengah menjadi buah bibir warga.

Pria yang merupakan prajurit TNI-AD ini ternyata memiliki segudang prestasi. Bukan hanya dibidang olahraga saja, tetapi juga dalam kariernya di satuan korps Tentara Nasional Indonesia.

Tak banyak yang tahu ternyata Serda Sance Lawita dulunya merupakan mantan Pengawal Pengamanan Presiden atau yang lebih dikenal dengan nama Paspampres.

Diketahui bahwa dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 tahun 2013 disebutkan bahwa Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres adalah pasukan yang bertugas melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat kepada Presiden dan Wakil Presiden, Mantan Presiden dan Mantan Wakil Presiden beserta keluarganya serta Tamu Negara setingkat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan serta tugas protokoler kenegaraan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Kelompok Paspampres terbagi atas empat kelompok yang terdiri dari Grup A, B, C dan D. Grup A bertugas mengamankan Presiden RI beserta Keluarga, Grup B bertugas mengamankan Wakil Presiden RI beserta keluarga, Grup C bertugas mengamankan Tamu Negara setingkat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan serta Grup D bertugas mengamankan para mantan Kepala Negara beserta keluarga.

Pada tugasnya, terdapat juga Batalyon Pengawalan Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg), Skadron Kavaleri Panser (Dronkavser), Detasemen Musik Militer, serta beberapa Detasemen Pendukung lainnya.

Kepada xmanadonew.co.id, pria yang merupakan Alumni SMP Negeri 1 Rainis ini berkisah awal mula dirinya bisa masuk ke dalam tim khusus yang mengawal orang nomor satu di Indonesia ini yakni saat dirinya bertugas di Divisi 1 Kostrad Batalyon Linud 432 yang saat ini telah berubah menjadi Divisi Infanteri 3 Kostrad Makassar.

Yaitu pada 2012 lalu saat dirinya mendapat informasi bakalan ada Seleksi Paspampres. Dan perekrutan kali ini diutamakan bagi mereka yang merupakan anak-anak yang berasal dari pulau-pulau terluar/perbatasan.

Melihat kesempatan ini tak datang kedua kali, Serda Sance kemudian langsung menyambut kesempatan emas ini dan mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi tersebut.

Berbekal kemampuan dan kerja keras serta disiplin yang tinggi, anak ke lima dari enam bersaudara pasangan keluarga Lawita – Samala ini kemudian mengikuti semua tes tersebut yang digelar pada November 2012. Tahapan tes yang super ketat lantas tak membuat pria kelahiran Bantane 13 Februari 1989 patah semangat.

Dirinya berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga besar di kampung halamannya serta membuktikan bahwa generasi muda dari Kabupaten yang berbatasan dengan Filipina ini juga bisa mewujudkan mimpinya untuk berkarier di Istana Merdeka.

Setelah melalui proses panjang, alhasil semua terbayarkan dengan pengumuman pada Desember 2012 yang menyatakan dirinya diterima menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres-red). Yang lebih luar biasanya lagi, dirinya masuk di Grup A yang secara langsung bakalan mengawal Presiden Republik Indonesia.

Terhitung sejak awal 2013, Serda Sance bertugas di Paspampres. Sesampainya di Jakarta ayah dua anak ini tak langsung mendapatkan tugas pengamanan di grupnya (Grup A), tetapi masih diberi pelatihan khusus selama kurang lebih dua bulan. Dan hal itu pun dilakoninya dengan penuh perjuangan.

Setelah menjalani berbagai pelatihan untuk memantapkan dirinya dalam Pasukan Pengamanan Presiden akhirnya Serda Sance sepenuhnya dapat mengemban tugasnya pada 2013.

Dirinya mengungkapkan bahwa tugas pertamanya adalah menjadi pengawal pribadi dari Presiden ke enam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2013 dan selanjutnya berganti ke Presiden Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Presiden Jokowi sampai awal tahun 2016.

Adapun selama dirinya bertugas di pasukan elit ini, Serda Sance yang merupakan putra terbaik asal Bantane Kecamatan Rainis ini menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan tetap berpedoman pada Protokol Kepresidenan.

Setelah tiga tahun lebih bertugas di Istana Merdeka, akhirnya pada Februari 2016 suami dari Yuniati Talamuda S.Kep, Ners ini kemudian dipindahtugaskan ke Kodam XIII Merdeka tepatnya di Korem 131/Santiago Manado. Sekian tahun berkiprah di ibukota negara, akhirnya dirinya kembali dipercayakan untuk mengemban tugas di daerah asalnya yakni Sulawesi Utara.

Serda Sance berharap kedepannya akan lebih banyak lagi generasi muda Talaud yang akan memberikan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan berbagai kemampuannya, baik dalam bidang olahraga maupun dibidang lainnya.

“Hal yang sangat luar biasa bisa berlaku bagi saya ketika dipercayakan menjadi salah satu pengawal pribadi dari Presiden Indonesia. Saya berharap semoga generasi muda Talaud tetap berkarya dengan harapan agar terus mengembangkan prestasi demi kemajuan Tanah Porodisa tercinta,” ungkapnya.

Bahkan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021 kali ini, Lawita berharap agar generasi muda Indonesia dapat menjadikan pancasila sebagai dasar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga baik secara perorangan, kelompok maupun dalam bermasyarakat. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?