Connect with us

Kepulauan Talaud

MIRIS…!!! Murid – Murid SMP ‘Satu Atap’ Tabang Diterlantarkan

Dimuat

pada

Tampak santai : Murid - murid SMP Satu Atap Tabang, Kecamatan Rainis yang sibuk bermain disekolah karena tidak guru yang mengajara

MELONGUANE — Kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah salah satu bagian penting dalam mencerdaskan generasi bangsa, namun hal ini ternyata tidak berlaku di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap (Satap) Tabang, yang ada di Desa Tabang Barat Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Berdasarkan hasil penelurusan media ini pada Senin (25/10/2021), ternyata seluruh siswa baik kelas VII hingga kelas IX yang ada di SMP Satap Tabang tidak melakukan kegiatan belajar mengajar, bahkan seluruh murid hanya bermain – main di lingkungan sekolah.

Murid – Murid SMP Satu Atap Tabang yang nonton bareng di dalam kelas karena tidak adanya aktivitas belajar mengajar

Sejumlah murid pun mengeluh, bahwa karena tidak adanya guru yang datang mengajar, mereka sudah sangat dirugikan.

“Torang so dari Minggu lalu, nyanda belajar. Tadi bapak kepsek le cuma ada datang nda lama, Kong nyanda lama. Torang so jadi terlantar ini kasiang (Sejak minggu lalu kami tidak belajar. Kepala Sekolah hanya datang sebentar lalu pulang. Kami ini sudah terlantar),” ujar sejumlah murid.

Murid – murid ada yang tidur, ada yang bermain game online di dalam kelas.

“Torang kasiang so ta rugi, so nda mo belajar, so nda mo dapa ilmu. Kasiang, torang suka mo blajar, mar nintau mo minta ajar pa sapa (Kasihan kami sudah dirugikan, sudah tidak lagi mendapat ilmu. Kasihan, kami sangat ingin belajar, tapi tidak tahu mau minta belajar kepada siapa),” tambah sejumlah murid kelas IX yang notabene merupakan peserta Ujian Nasional tahun 2022.

Sebagian besar murid – murid bermain di halaman sekolah

Tak hanya itu, pada saat itu (Senin, 25/10) murid – murid SMP Satap Tabang, ternyata melaksanakan apel pagi, tanpa kehadiran guru dan kepala sekolah.

“Kami melaksanakan apel tanpa ada guru. Kami apel, dipimpin oleh pengurus OSIS, dan tidak ada satupun guru SMP Tabang yang hadir, Kepala Sekolah saja hanya datang sebentar dan langsung pulang. Hanya bapak Yumedi Montoh yang bukan guru tetap di SMP Tabang, yang memantau kegiatan kami. Situasi ini sudah berlangsung kurang lebih sejak Minggu lalu,” Ujar Ketua OSIS SMP Satap Tabang, Shelomita Manaida kepada Xmanadonew.co.id.

Tak ada guru, murid – murid pun asyik bermain

Seakan dinilai tak punya perhatian, sejumlah siswa pun meneriakkan ganti kepala sekolah.

“Lebih baik kami ganti Kepala Sekolah, dari pada kami yang rugi. Kepala Sekolah selaku orang tua disekolah, ternyata tak punya perhatian dengan kondisi kami, hanya datang tidak lama langsung pulang, sampai kapan kami begini ???. Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Pak Kepala Dinas, lebih baik kepala sekolah kami diganti,” ujar sejumlah siswa, diikuti dengan teriakkan “Setuju” oleh siswa lainnya.

Ketika dikonfirmasi, Yumedi Montoh yang merupakan satu – satunya guru yang hadir pada saat itu membenarkan hal itu.”Benar pak, hanya pengurus OSIS yang memimpin apel pagi, dan itu tidak ada satupun guru – guru SMP yang hadir,” ujar Montoh.

Yumedi Montoh, guru sertifikasi yang menambah jam belajar di SMP Satap Tabang, tengah memberikan arahan kepada murid – murid SMP Satap Tabang.

“Sebenarnya saya ingin memimpin apel tersebut, karena hari ini (Senin, 25/10) adalah jadwal piket saya namun oleh Kepala Sekolah, pak Daud Papalapu nama saya di hapus dari guru jaga. Oleh karena keberadaan saya disini hanya sebetas memenuhi jam, sebagai guru sertifikasi karena SK saya sebenarnya di SMP Ganalo, maka saya tidak mau mengambil resiko dan melampaui kewenangan kepala sekolah,” tambah Montoh.

Sebagi tenaga pendidik, Montoh sangat menyesali situasi dan kondisi yang terjadi di SMP Tabang saat ini.

“Sebagai anak yang lahir di kampung ini, dan juga sebagai tenaga pendidik, saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Kasihan murid – murid, bagaimana masa depan mereka nanti ? Apalagi kelas IX yang merupakan kelas persiapan ujian nasional, dengan kondisi seperti ini apa yang nanti akan menjadi bekal mereka nanti ?. Sangat memiriskan pak,” tukasnya lagi.

Murid – murid sedang nonton bareng, tidak tahu pasti apa yang sedang mereka tonton.

Kondisi yang sangat memilukan itu menjadi perhatian serius orang tua murid.”Harusnya tidak terjadi kejadian seperti ini. Anak – anak adalah generasi penerus bangsa, jangan dibiarkan seperti ini. Mau jadi apa mereka nanti, kalau guru – gurunya seperti ini. Jangan rusak masa depan anak – anak, kasihan mereka, mereka tidak lagi mendapatkan pelajaran,” ujar Suryani Lalao, salah satu orang tua murid SMP Satap Tabang.

murid – murid asyik bermain game online di dalam kelas

Hingga jam pulang sekolah, seluruh murid hanya bermain – main di lingkungan sekolah, ada yang kejar – kejaran, nonton bareng di handphone, main game online hingga tidur – tiduran diatas meja belajar.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?