Connect with us

Kepulauan Talaud

Operasi Pengawasan Bersama Wilayah Perbatasan di Kabupaten Kepulauan Talaud Digelar

Dimuat

pada

Bersama Wilayah Perbatasan di Kabupaten Kepulauan Talaud. //foto: istimewa.

TALAUD – Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan melalui unit pelaksana teknis stasiun KIPM Tahuna wilayah kerja Melonguane kabupaten kepulauan Talaud dengan wilayah perbatasan langsung dengan Philipina, melakukan Operasi Bersama dengan Instansi terkait untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan karena terdapat beberapa potensi kejahatan berupa Ilegal Fishing dan penyeludupan. (11/04/2021).

Kegiatan operasi bersama beberapa instansi terknis terkait yaitu Badan Karanitna Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Stasiun KIPM Tahuna, Lanal Melonguane, PSDKP WILKER Kab, Kepulauan Talaud, Satauan Polisi Perairan dan Udara Polres Kepulauan Talaud, Kantor UPP Kelas 3 Melonguane, Dinas Perikanan Daerah Kab. Kepl. Talaud, Badan Perbatasan Kab. Kepulauan Talaud dan Kantor Bea dan Cukai Manado Wilayah kepulauan talaud merupakan salah satu daerah yang terletak di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia merupakan warisan yang tak ternilai harganya dan apabila dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional menuju terwujudnya bangsa yang maju. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai permasalahan nasional, salah satunya adalah gerbang masuknya ancaman atau gangguan stabilitas keamanan yang berasal dari luar negeri.

Kegiatan Operasi bersama menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Karakelang 11.8.30 dengan komandan Kapten Laut Idul Fahirun, S.H. dengan tujuan melakukan pengawasan bersama mengamankan wilayah perbatasan kabupaten Talaud dengan Philipina dari bentuk tindak kejahatan, sedangkan sasaran yang hendak dicapai yaitu masyarakat yang melakukan aktivitas Ilegal di wilayah perbatasan kabupaten kepuluan talaud.

Menurut Ir Teguh Samudro, MP selaku kepala badan karantina ikan dan pengendalian Mutu dan keamanan hasil perikanan, Kementrian kelautan dan perikanan bahwa banyak hal yang di sampaikan Bupati Kepulauan Talaud oleh pemerintah daerah untuk mewujudkan kawasan Ekonomi Khusus perbatasan karena sekarang daerah perbatasan akan menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru dan hal yang perlu dipersiapkan dengan baik adalah konektivitas sumber daya manusia dan Sarana prasarana. Letak geografis Talaud 96 persen wilayah Talaud adalah lautan sebagai wilayah maritim, tentu potensi perikanan sangat luar biasa dan komoditi Ungulan Talaud adalah Ikan layang ,Ikan tuna, Cakalang, Tongkol, Marlin, Tuna beku, Tuna loin, Sirip hiu, Kurisi dan Lobster.

Harapan kedepan oleh pemerintah Talaud bisa melakukan ekspor langsung ke Jepang dan harus persiapkan 4 hal yaitu kualitas produk, kontinitas jumlah volume ikan terjaga, harga sesuai kualitas, berkelanjutan. Hasil tangkapan Nelayan Talaud dari beberapa wilayah daerah Talaud katakanlah termasuk dalam Great C dan agar lebih diperhatikan.

Untuk ekspor harus masuk dalam Great A makanya perlu banyak sentuhan dan perbaikan agar supaya bisa bernilai ekspor, terutama kita harus menjaga rantai dingin dengan cara ikan ditangkap dengan kapal atau perahu langsung diletakkan dengan ES/palka kapal yang memiliki mesin pendingan agar kualitas ikan bisa terjaga dan bisa masuk kualitas ekspor,” ucap Ir Teguh Samudro, MP.

Outputrasi bersama adalah tidak terjadinya kegiatan Ilegal fishing dan Penyeludupan Komoditi Perikanan di wilayah perbatasan. Serta lalu lintas komoditi perikanan keluar dan masuknya suatu wilayah daerah harus dilengkapi dengan dokumen yang disyaratkan sesuai aturan perundang-undangan. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?