Connect with us

Minahasa

Paruntu Ditemukan Tewas di Persawahan Kendis Tondano

Dimuat

pada

MINAHASA – Warga Kelurahan Papakelan, heboh dengan adanya penemuan mayat di persawahan milik keluarga Saremben di kelurahan Kendis sekira pukul 12:40 Wita, Kamis (18/3/2021).

Mayat yang beridentitaskan Handry Paruntu (52) alamat Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur yang kesehariannya sebagai petani.

Dari beragam informasi yang dikumpulkan disebutkan kalau lelaki paroh baya tersebut sekira pukul 06.00 Wita sudah meninggalkan rumahnya berangkat ke kebun dengan maksud untuk memindahkan ternak sapi miliknya.

Rutinitas ini dilakukannya setiap hari, sehingga saat itu sejak keluar dari rumah tidak memunculkan rasa curiga dari keluarganya. Namun perasaan gelisah dari keluarganya mulai muncul ketika sudah setengah hari belum juga kembali ke rumah. Ternyata korban sudah tewas di perkebunan persawahan.

Menurut saksi Artis Aguw, siang itu dirinya bermaksud melihat tanaman yang berada di pekarangan rumah dan tanpa sengaja melihat dari jarak kejauhan, sekira 20 meter ada sosok menyerupai manusia tidur direrumputan. Merasa curiga, saksi pun mendekati rerumputan tersebut dan sontak terkejut, karena melihat mayat laki-laki terlentang sudah tak bernyawa.

“Melihat kejadian itu, saya langsung memanggil tetangga HR Wuner yang merupakan pensiunan Polisi, dengan maksud, untuk menyaksikan lelaki yang meninggal di rerumputan tersebut,”kata Artis, sambil keduanya menghubungi pihak Kepolisian.

“Ditempat kejadian meninggalnya Handry ini, sering dijadikan tempat mengikat hewan ternak. Dan menurutnya, 3 ekor sapi milik Korban yang berada di lokasi, kemungkian akan di beri makan atau di pindahkan,”tambahnya.

Menurut pengakuan Selvie Makapitu istri korban, bahwa setiap pagi korban memindahkan ternak sapi, karena sudah menjadi rutinitasnya. Namun, sejak keluar rumah sekira pukul 06:00 Wita pasti kembalinya pada pukul 10:00 Wita, tapi sampai siang suaminya belum juga pulang sehingga dia memberitahukan kepada keluarganya untuk mencari korban.

“Memang suami saya menderita penyakit Diabetes, karena 2 tahun lalu pernah dirawat di RSU. Dan, akhir-akhir ini korban tidak perna mengeluh terkait sakitnya itu,”ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Minahasa melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso, mengatakan penemuan mayat atas nama Handry Paruntu di persawahan kelurahan Kendis kecamatan Tondano Timur itu benar terjadi.

“Tindakan kami langsung mendatangi TKP dan melakukan Pulbaket di lapangan serta membuat berita acara penolakan untuk Otopsi karena permintaan keluarga, kemudian membuat laporan. Dari hasil identifikasi Polres Minahasa dan pemeriksaan awal tim dokter Puskesmas Papakelan, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan dan kemungkinan korban meninggal dikarenakan sakit,”tutup Sugeng.    (Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?