Connect with us

Kabar Sulut

PENGUMUMAN: Pelantikan Kepala Daerah Ditunda, Lima Sekda Naik ‘Pangkat’

Dimuat

pada

MANADO — Pelantikan para  Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada serentak yang digelar 9 Desember lalu, bakal mengalami penundaan dari jadwal yang awalnya disebut-sebut akan dilaksanakan 17 Februari 2021.

Dari berbagai informasi yang dirangkum kemarin, pelantikan serentak kepala daerah oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey diundur 26 Februari mendatang. Ditundanya jadwal pelantikan ini terbersit dengan munculnya surat edaran dari  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) N0 120/738/OTDA tentang penugasan pelaksana harian (Plh) kepala daerah tertanggal 3 Februari 2021.

Surat  tersebut berisi perintah kepada Gubenur menunjuk Plh  untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang habis pada Februari ini.

Dalam surat edaran tersebut juga menerangkan bahwa untuk menjamin kesinambungan hubungan pemerintahan di daerah yang  Bupati atau Wali Kota yang masa jabatannya berakhir pada Februari 2021 dan tidak ada sengketa perselisihan hasil pemilihan Kepala Daerah di Mahkamah Konstitusi, maka diminta Kepada Gubernur untuk menunjuk Sekretaris Daerah masing-masing sebagai Plh hingga dilantiknya Bupati atau Wali Kota terpilih.

Sementara itu, sesuai dengan surat edaran tersebut ada lima sekretaris daerah  di Sulut  yang bakalan menjadi pelaksana harian walikota/ bupati mulai 17  sampai 26 Februari atau selama 9 hari, seiring dengan berakhirnya masa jabatan bupati/wali kota masing-masing.

Para Sekda tersebut masing-masing Sekkab Minahasa Selatan (Minsel) Denny Kaawoan, Penjabat Sekkot Tomohon Dolvin Karwur, Sekkab Minahasa Utara (Minut) Jemmy Kuhu  dan Sekkab Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Marzanzius A Ohy. “ Kalau pak gubernur sudah tiba dari Jakarta maka beliau akan langsung menandatangani radiogram terkait penunjukan Plh. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada kekosongan pemerintahan di daerah yang akan kepala daerah selesai masa jabatan. Jadi sesuai dengan surat tersebut maka sekretaris daerah masing-masing jadi pelaksana harian,” kata Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sulut  DR Jemmy Kumendong seraya menambahkan para sekretaris ini akan bertugas selama 9 hari sampai hari H pelantikan kepala daerah.

Disinggung soal Kabupaten Bolaang Mongodow Timur (Boltim) dimana Bupati Sehan Landjar sudah akan mengakhiri masa jabatannya, Kumendong menjelaskan Sekkab Sonny Warokah akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) karena di daerah tersebut masih dalam status sengketa di MK  . “Jadi ada perbedaan tugas dan fungsi dari  pelaksana harian dan pelaksana tugas,” pungkasnya. (red/ker)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?