Connect with us

Kepulauan Talaud

Polsek Nanusa Serahkan Tersangka dan Babuk Kasus Pengancaman ke Kejaksaan Negeri Melonguane

Dimuat

pada

Pelimpahan Tahap II Kasus Pengancaman yang dilakukan oleh tersangka AM (64) bersama barang bukti kepada JPU Silfy Hendrasanti, SH pada Senin (08/03/2021) di Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud di Melonguane.//foto: hmspolres

MELONGUANE – Polsek Nanusa yang merupakan satuan kerja dari Polres Kepulauan Talaud melalui Kanit Reskrim Aiptu H Tumudai, SH bersama anggota unit Reskrim Sektor Nanusa melaksanakan Pelimpahan Tahap II Kasus Pengancaman yang dilakukan oleh tersangka AM (64) bersama barang bukti kepada JPU Silfy Hendrasanti, SH Senin (08/03/2021) di Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud di Melonguane.

Kasus ini berawal dari kejadian pada Selasa (28 Juli 2020-red) korban HE yang diperintahkan oleh Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Nanusa untuk membersihkan rumput di halaman Kantor. Sekira pukul 08.00 wita HE ini langsung melakukan perintah tersebut. Tak lama berselang tersangka AM (64) datang menghampiri korban dan langsung mengambil batu dan melemparnya, yang kemudian tersangka selanjutnya mengambil kayu dan hendak memukulnya kepada korban namun tidak sempat karena ujung kayu tersebut telah dipegang/ditahan oleh Natin Widu yang saat itu menjadi saksi.

Kemudian tersangka AM membuang kayu tersebut dan berlari menuju rumah dan mengambil mesin pemotong rumput (mesin paras-red) selanjutnya dihidupkan dan digendong pergi menghampiri korban yang sementara memotong rumput.

Setelah sampai di halaman Kantor UPTD tersangka langsung memperlihat pisau mesin parasnya yang saat itu berputar kencang ke arah korban sambil berkata ‘ngana nyanda mo berenti’. Melihat hal tersebut korban langsung berhenti dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nanusa.

Dari keterangan Kanit Reskrim Aiptu Harto Tumudai bahwa tersangka AM (64) akan dijerat dengan pasal 335 ayat (1) ke (1) tentang pengancaman. “Tersangka dijerat dengan pasal 335 ayat (1) ke (1) tentang Pengancaman dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara,” ucap Tumudai. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?