Connect with us

Bitung

PT MSM-TTN ‘Menang’, PETI Pinasungkulan Ditutup

Dimuat

pada

DITERTIBKAN: masuk dalam wilayah kontrak karya PT MSM-TTN

BITUNG—Lokasi tambang liar atau Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) yang berada di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu akhirnya menjadi topik pembahasan oleh Pemerintah Kota Bitung dan pihak penegak hukum.

Terinformasi, pemerintah Kota Bitung yang dihadiri langsung Wali Kota Bitung Max J Lomban, bersama Kapolres Bitung AKBP Indra Pramana SIK dan Dandim Kodim 1310 Bitung, Letkol Inf Benny Lesmana serta stakeholder terkait menggelar rapat koordinasi bersama dengan pihak PT MSM-TTN, di ruangan kerja kerja Walikota Bitung, Rabu (24/02/2021).

Dari hasil pertemuan itu terungkap jika lokasi tambang liar tersebut ternyata masuk dalam wilayah kontrak karya PT MSM-TTN. Alhasil, tambang ilegal tersebut akan ditutup dan dilakukan penertiban oleh pihak pemerintah.

Presiden Direktur PT MSM-TTN, David Sompie usai menghadiri pertemuan tersebut membenarkan jika lokasi tambang liar Pinasungkulan itu masuk dalam mereka.

“Kita datang diundang pemerintah Kota Bitung dan melaporkan soal masalah tambang liar di Pinasungkulan. Dimana, jika ada kegiatan lain yang terjadi di wilayah Kontrak Karya kita. Harus melapor ke pemerintah. Karena MSM ini kontraktornya pemerintah,” ujar David.

Lanjut David, meski tambang tersebut masuk dalam wilayah Kontrak Karya PT MSM-TTN. Namun kata dia, pihaknya belum bisa melakukan komplen kepada penambang atau pun pemilik tanah.

“Lokasi itu masuk dalm wilayah Kontrak Karya PT MSM-TTN. Namun, untuk lokasi yang belum kita bebaskan. Kita belum bisa komplen karena itu masih ada pemilik tanahnya,” ujarnya.

David mengaku, pihaknya tidak tahu menahu soal aktivitas tambang liar Pinasungkulan tersebut. Bahkan, dirinya mengatakan kegiatan penambangan tersebut tanpa sepengetahuan pihaknya.

“Lokasi itu masuk wilayah pemukiman. Memang kalau untuk ke pihak PT MSM-TTN tidak berdampak secara langsung,” ungkapnya.

Bahkan saat ditanya berapa luas lokasi tambang Pinasungkulan yang masuk wilayah Kontak Karya PT-MSM-TTN dirinya tidak mengetahui pasti.

“Untuk berapa luas wilayah yang  PETI kami tidak mengetahuinya secara pasti.  Kami hanya tau lokasi itu. Karena mereka kan bikin lubang-lubang kecil,” katanya, sembari mengatakan jika pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah terkait dengan lahan yang sudah mereka bebaskan.

Kesempatan yang sama, Camat Ranowulu, Dolfie Rumampuk kepada awak media jika lokasi tambang yang merupakan pemukiman warga tersebut ada peluang untuk direlokasi.

“Memang rencannya pemukiman warga di sana akan di relokasi. Namun itu masih akan dibicarakan proses dan prosedurnya seperti apa terkait ganti untung kepada pemilik lahan atau pun rumah-rumah warga yang ada diwilayah itu,” terangnya.

Dolfie juga menambahkan, dari hasil pertemuan tersebut pihak pemerintah akan menutup lokasi tambang ilegal tersebut. Karena kata dia, sudah banyak masyarakat yang komplen akibat dari aktivitas penambangan itu.

“Yang kita antisipasi jangan sampai terjadi kecelalkaan kerja, masalah kamtibmas. Apalagi sudah ada masyarakat yang mengeluh masalah debit air yang sudah berkurang, parkir kendaraan milik para penambang di depan rumah warga. Bahkan ada lubang tambang yang sudah berdekatan dengan jalan raya. Dan ini sangat berbahaya,” terangnya.

Selain itu lanjut Dolfie, dalam waktu dekat pihaknya bersama aparat penegak hukum akan membuat pos, melakukan pendataan. Serta akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di lokasi tersebut.

“Sosialiasinya bahwa ini tidak boleh karena tidak ada ijin, bahaya kamtimbas, dan prokes kesehatan yang diabaikan. Karena rata-rata yang datang di lokasi tidak memakai masker,” pungkasnya.(jamal gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?