Connect with us

Minahasa

Rambitan Belum Pastikan Vaksin AstraZeneca Masuk Minahasa

Dimuat

pada

Kadis Kesehatan Kabupaten Minahasa dr Maya Rambitan.

MINAHASA – Vaksin baru yakni AstraZeneca Covid-19 yang masuk di Sulawesi Utara, ternyata penggunaannya belum maksimal. Sebab, vaksin ini setelah digunakan menimbulkan efek samping sehingga untuk sementara waktu dihentikan.

Vaksin AstraZeneca dari Inggris ini sudah terlanjur masuk di Sulut sebanyak 5000 vail atau botol kecil. Namun, baru digunakan di wilayah Manado dan kota Bitung, sementara di Kabupaten Minahasa sendiri belum menerima vaksin tersebut.

“Saat ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa belum terima Vaksin AstraZeneca dari Dinas Kesehatan Provinsi, karena kami masih menggunakan Vaksin CoronaVac. Itu pun belum habis digunakan pada tahap kedua ini,”kata Kadis Kesehatan Minahasa dr Maya Rambitan kepada xmamadonew.co.id, Selasa (30/3/2021) siang tadi diruang kerjanya.

Lanjut dijelaskannya, untuk penyuntikan CoronaVac tahap dua bagi pelayan publik di daerah belum selesai, karena masih tersisa sekira 20 persen vaksin berada di Dinas Kesehatan Minahasa

“Meski setiap hari kita menjalani penyuntikan kepada pelayan publik, tapi belum menghabiskan vial-vial yang disiapkan. Sebab, dari 9800 vaksin tahap kedua, baru digunakan sekira 80 persen,”jelas Rambitan.

Jika Vaksin CoronaVac habis, menurut Rambitan, pihaknya akan melakukan permintaan penambahan ke Dinas Kesehatan Provinsi. Namun, vaksin seperti apa yang akan diberikan nanti, klasifikasinya belum diketahui.

“Semoga vaksin yang bakal digunakan oleh pelayan publik di Minahasa, tidak ada efek sampingnya seperti Sinovac dan CoronaVac. Karena, saya yakin sebelum vaksin ini disalurkan, sudah melalui proses penelitian oleh para ahli-ahli dibidang kesehatan,”pungkasnya.    (Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?