Connect with us

Bitung

Rekrut Ribuan THL , Program Kota Digital Maurits-Hengky Bukan Lagi Mimpi

Dimuat

pada

Perekrutan calon THL dengan sistem online, Rabu (19/05/2021).

BITUNG–Program Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar menjadikan Bitung sebagai Kota Digital nampaknya bukan isapan jempol semata.
Konsep Kota Digital Maurits-Hengky ini patut diapresiasi. Betapa tidak, diera saat ini semuanya memang serba digital dan masyarakat pun saat ini tak luput dari perkembangnnya.
Hal inilah yang dimanfaatkan Maurits-Hengky untuk membangun Kota Bitung lebih maju dan tentunya mensejahterahkan masyarakat tanpa ada diskriminasi.

Impian Maurits-Hengky itu perlahan mulai terwujud. Buktinya, selain telah meluncurkan program 1000 titik Wifi. Maurits-Hengky menerapkan perekurtan Tenaga Harian Lepas (THL) dengan sistem digital. Mulai dari pendaftaran, hingga tahapan wawancara tidak lagi dilakukan secara manual melainkan secara online.

“Ini pertama di Sulawesi Utara (Sulut). Perekrutan THL dengan cara online. Seleksi bahkan semua prosesnya dilakukan dengan cara paperless atau tanpa mengunakan kertas hanya dengan mengunakan internet. Paling penting cara ini bisa menghindari Kolusi dan Nepotisme. Semua diberlakukan sama tanpa ada diskriminasi atau pun intervensi dari pihak manapun,” ujar Assisten 1 Pemkot Bitung, Franky Ladi.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Pemkot Bitung, Steven Suluh menyampaikan, tes atau tahapan wawancara dimulai pada hari (Rabu, 19/05/2021). Dimana kata dia, peserta hanya membawa nomor peserta tanpa nama ataupun identitas diri lainnya.
“Tes wawancara ini dilaksanakan di enam tempat. Yakni, GOR, SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 di Lembeh. Ini sengaja kita lakukan untuk menghindari kerumunan dan tetap pada protokol kesehatan. Sebab jumlah calon THL mencapai 9.851 orang,” terangnya.

“Untuk pewawancaranya ada 20 orang. Dan setiap hari 1000 orang yang diwawancarai. Dan akan berlangsung selama sembilan hari dengan tetap menerapakan protokol kesehatan ketat,” tambahnya.
Steven menambahkan, agar tidak seubjektif dalam wawancara dan tetap netral. Maka kata dia, pihaknhya menggunakan kodevikasi.

“Tidak lagi menggunakan nama. Namun semua diatur melalui aplikasi. Untuk pertanyaan wawancara dibuat pembobotanya agar terukur. Setelah selesai pertanyaan kepada wawancara secara otomatis langsung terkirim ke server induk di BKPSDM Pemkot Bitung,” bebernya.

Sambung Steven, dengan sistem itu nilai dari calon THL yang diwawancarai tidak diketahui oleh pewawancara.
“Ini merupakan metode dan mekanisme baru serta pertama kali di Sulut digunakan,” pungkasnya.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?