Connect with us

Kabar Sulut

Satriyo Sempatkan Waktu Tinjau Aset Bersejarah AU Lapangan Udara Kalawiran

Dimuat

pada

MANADO-Tim Aset Lanudsri dampingi Danlanudsri Marsam TNI Mohamad Satriyo Utomo SH, melakukan peninjauan aset tanah di daerah Kalawiran dan Tasuka Kabupaten Minahasa, Minggu (4/4/21).


Kegiatan tersebut juga, merupakan bagian dari perkenalan awal Satriyo sebagai Dalanudsri baru terhadap personel Paskhas yang sedang melaksanakan tugas pengamanan aset itu.


Perluh diketahui juga, sejak berdirinya Lanudsri Tahun 1939, pemerintah Belanda membangun Lapangan Udara untuk kepentingan militernya, di ujung selatan danau Tondano daerah Celebes.

 
Lapangan Udara berukuran panjang 1650m dan lebar 90m tersebut dikenal dengan nama Lapangan Udara Kalawiran. Sehingga pada Tahun 1952, setelah menyerahkan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda, maka bersamaan dengan itu pula Belanda menyerahkan Pangkalan Kalawiran kepada Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).


Diterimanya Pangkalan Kalawiran oleh AURI dibangun dan dipergunakan sebagai penunjang operasi udara di wilayah Indonesia timur. Sementara itu pada awal abad 19, Belanda membangun benteng pertahanan di Tasuka. Pangkalan Udara air Tasuka ini adalah tempat turun-naiknya pesawat-pesawat amphibi di pinggiran danau Tondano. 


Pangkalan Udara air Tasuka ini berada di depan benteng pertahanan. Tiga bangunan benteng yang kokoh hingga saat ini, lengkap dengan gudang-gudang mesiu. Berada di kaki bukit, tepat di pinggir Danau Tondano.(onl)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?