Connect with us

Kepulauan Talaud

Satu OTG Di Talaud, Reaktif Rapid Test

Dimuat

pada

Ilustrasi

TALAUD — Seorang pria inisial KL, di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara diduga terpapar virus corona atau Covid-19.

Pria berusia 41 tahun yang berdomisili di Kecamatan Kabaruan tersebut dinyatakan positif baru berdasarkan hasil rapid test, namun belum terkonfirmasi positif Covid-19 karena masih menunggu hasil test swab atau apus tenggorakan dari laboratorium.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Talaud dr. Kerry Monangin yang dihubungi, wartawan baru baru ini.

“Berita tentang sudah ada yang positif sebenarnya itu harus diklarifikasi. Maksud positif adalah hasil rapid test, bukan hasil laboratorium. Yang memastikan dia positif (Covid-19) adalah hasil dari laboratorium dari apus tenggorokan, dan itu kita masih menunggu, karena baru dikirim tadi dengan menggunakan Kapal Barcelona 2, yang nantinya akan dijemput oleh Dinkes Provinsi. Rencana besok akan dilakukan pengambilan swab dan serum hari ke 2,” ujar dr. Monangin.

Sebelumnya juga sempat menjalani pemeriksaan foto thorax hasilnya adalah ia menderita bronkopneumonia; infeksi yang menyebabkan peradangan paru-paru yang terjadi baik area alveoli (kantung udara), maupun bronki (saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus).

Monangin mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pemeriksaan untuk kontak erat serumah sebanyak 3 orang dengan hasil nonreaktif.

“Tracking kontak juga sementara kami lakukan. Sampai saat ini sudah 15 orang yang masuk dalam kontak erat. Kemungkinan kontak erat masih akan bertambah. Besok akan dilakukan pemeriksaan rapid test untuk 11 kontak erat,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah.

Dia juga meminta agar setiap orang yang berstatus OTG, ODP dan PDP agar tidak didiskreditkan atau dikucilkan. Sebaliknya harus didukung agar mereka terdorong untuk lebih cepat sembuh.

“Saat ini OTG tersebut dalam keadaan sehat. Kami mengharapkan kepada masyarakat, terutama kepada tim gugus tugas kecamatan dan desa agar mengedukasi masyarakat agar mereka ini jangan didiskreditkan atau dikucilkan. Tapi bagaimana kita mensuport supaya dia bisa sehat terus,” harap dr. Monangin.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?